Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Berbuka Dengan Menu Tradisional Kekinian

Novitri Selvia • Kamis, 7 April 2022 | 11:00 WIB
NYAMAN : Suasana di kafe New Huno Cafe didesain senyaman mungkin agar pengunjung betah menyantap makanan ketika berbuka puasa.
NYAMAN : Suasana di kafe New Huno Cafe didesain senyaman mungkin agar pengunjung betah menyantap makanan ketika berbuka puasa.
Makanan dan minuman tradisional khas Ramadhan akan sangat dirindukan ketika momen bulan puasa tiba. Apalagi, menu makanan dan minuman tradisional tersebut dibikin dengan gaya kekinian sesuai selera konsumen.

Nasi sapek lado hijau, nasi sup daging, nasi dendeng lambok lamer, es kelapa muda, aneka cendol, mangga cincau, dan lainnya adalah makanan tradisional yang dimodifikasi dengan gaya kekinian oleh New Huno Cafe selama bulan Ramadhan 1443 H.

Kafe yang berlokasi di jalan Kelurahan Kampung Manggis, Kecamatan Padangpanjang Barat tersebut selain menawarkan sederet menu kekinian yang digandrungi anak muda, juga menyajikan makanan dan minuman tradisional selama Ramadhan.

“Jika di hari biasa terdapat menu kekinian seperti piscok, drum stick dan sederetan cemilan lainnya. Di bulan puasa ini pengunjung bisa menikmati hidangan pembuka selera berupa es kelapa muda, cendol dan mangga cincau,” jelas Owner New Huno Cafe, Hukemri kepada Padang Ekspres, kemarin (6/4).

Tak hanya menu makanan dan minuman yang nikmat, selama bulan Ramadhan, harga makanan yang dijual di New Huno Cafe juga relatif terjangkau oleh semua kalangan masyarakat.

Hukemri menjelaskan, harga-harga makanan dan minuman di tempa usahanya tersebut beragam yaitu nasi dendeng lambok lamer yang dibanderol Rp 20 ribu per porsi. Pengunjung cukup menambah Rp 10 ribu untuk mendapatkan hidangan pembuka.

Kemudian, ada menu nasi sapek lado hijau Rp17 ribu per porsinya, dan nasi sup daging Rp20 ribu. Untuk appetizer-nya berupa air mineral dan takjil, pengunjung hanya perlu menambah Rp10 sampai Rp 11 ribu ribu per porsi.

Nilai plus di New Huno Cafe adalah setelah menikmati appetizer, pengunjung bisa menjalankan ibadah salat Maghrib berjamaah karena New Huno Cafe berada tepat di depan mushala di kelurahan setempat.

“Tanpa perlu khawatir shalat antre atau bergantian, pengunjung bisa shalat berjamaah di mushala. Selepas itu bisa menikmati menu utama di bawah interior kafe yang didesain sangat nyaman,” pungkasnya. (wrd) Editor : Novitri Selvia
#New Huno Cafe #Menu Tradisional Kekinian