Totok punggung yang sudah teruji medis tersebut, dikatakannya guna mencegah risiko penyakit dengan mengembalikan fungsi organ tubuh. Sejumlah pasien di puskesmas setempat telah banyak merasakan manfaatnya, di antaranya pasien lansia yang mengelulkan sakit kaki saat menaiki tangga.
Selain itu diungkapkannya juga banyak penyakit yang bisa dicegah dengan melakukan totok punggung ini. Diantaranya hipertensi, rematik, jantung dan terutama itu stunting. Termasuk bagi balita yang bermasalah pada perkembangan otaknya,salah satunya bisa diatasi dengan totok punggung.
“Sebagaimana upaya dari pemerintah sekarang untuk menekan angka stunting di Kota Padangpanjang, perkembangan anak tersebut bisa di atasi dengan melakukan totok punggung. Sudah banyak juga kita menerima pasien balita,” tutur Rita yang mengistilahkannya dengan Topung.
Di Padangpanjang Puskesmas Kebun Sikolos yang pertama menyediakan layanan topung. Tiga pekan terakhir pasien untuk topung ini sudah melimpah. Dilayani tujuh petugas puskesmas yang sudah mengikuti pelatihan, ini sangat membantu para pasien dalam mengurangi konsumsi obat kimia.
“Pelayanan topung ini akan kita launching beberapa waktu ke depan. Namun sebelum launching ini sudah banyak pasien yang berdatangan. Juga ada pasien yang berobat ke poli lain dan dirujuk untuk topung. Topung ini juga sudah kita promosikan kepada kader posyandu dan pos gizi yang ada di kelurahan untuk melakukan edukasi mengenai topung ini, terutama untuk balita stunting,” bebernya.
Dijelaskan Rita, topung tergantung dari penyakit yang diderita pasien. Sampai hari ini pasien yang melakukan topung ada yang 5-7 kali hingga merasakan manfaat topung tersebut. Namun juga ada yang baru sekali topung sudah merasakan manfaatnya.
“Untuk masyarakat Padangpanjang yang ingin melakukan topung, bisa langsung datang ke Puskesmas Kebun Sikolos dengan melakukan pendaftaran seperti biasa terlebih dahulu,” pungkasnya. (wrd) Editor : Novitri Selvia