Direktur Perumdam Tirta Serambi Kota Padangpanjang, Adrial A. Bakar dalam Rapat Tanggap Bencana di Balai Kota mengungkapkan, akses air dari Lubuk Matakucing yang mencakup Bukit Surungan, Pasarbaru, Pasarusang, sebagian Gugukmalintang, Tanah Paklambik, Balai-Balai, Silaing Atas dan Silaing Bawah mati total.
Dikatakan Adrial, pendistribusian air ke pelanggan dari sumber Lubuk Matakucing menggunakan dua sistem, berupa pompanisasi dan gravitasi. Sistem pompanisasi yang berfungsi mengisi bak penampungan (reservoir) di Kelurahan Bukitsuruangan, pendistribusian air sempat terkendala akibat terputusnya aliran listrik untuk menjalankan pompanisasi di Lubuk Matakucing.
“Namun sore ini (kemarin, red) sudah menyala, sehingga air ke sejumlah pelanggan sudah dapat dialirkan secara bertahap. Namun untuk kawasan pelanggan di Kelurahan Silaiang Atas dan Silaiang Bawah yang menggunakan sistem pipa gravitasi dari Lubuk Matakucing mengalami putus total akibat pipa terbawa hanyut,” tutur Adrial.
Adrial mengatakan untuk penanganan distribusi air terhadap lebih kurang 3.000 pelanggan di Kelurahan Silaiang Bawah dan Silaiang Atas tersebut, Perumdam menargetkan dalam satu hingga dua hari ke depan sudah dapat teratasi dengan membuat koneksi pipa di Pasarusang.
“Untuk mengatasi masalah ini, sementara akan dilakukan koneksi pipa di Pasar Usang dari aliran sumber mata air Sungai Andok. Namun untuk prakiraan waktu cukup sulit karena sebelumnya sudah tidak dapat digunakan. Akan tetapi kita tetap berupayak maksimal satu sampai dua hari ke depan, agar bisa difungsikan,” ucap Adrial.
Sementara upaya koneksi pipa tersebut, Adrial mengaku pihak Perumdam untuk kebutuhan air bersih masyarakat di Kelurahan Silaiang Bawah dan Silaiang Atas akan didistribusikan menggunakan mobil tangki.
“Karena ini memakan waktu tidak bisa memperkirakan secara pasti, pendistribusian air bersih masyarakat akan telah kita siapkan tiga unit mobil tanki milik Perumdam, Perkim LH dan satu unit dibantu PDAM Solok,” pungkas Adrial. (wrd)
Editor : Novitri Selvia