PADEK.JAWAPOS.COM-Keputusan Pemerintah Kota Padangpanjang untuk merumahkan ratusan Tenaga Harian Lepas (THL) yang tidak masuk dalam database Badan Kepegawaian Nasional (BKN) berdampak langsung terhadap pelayanan publik, terutama di sektor kebersihan.
Para petugas kebersihan yang tersisa kini harus bekerja ekstra untuk memastikan pengelolaan sampah di kota tetap berjalan.
Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) Kota Padangpanjang, Alvi Sena, menjelaskan kebijakan merumahkan 104 orang dari total 219 THL dilakukan mengacu pada regulasi terbaru dari pemerintah pusat.
“Sebanyak 104 dari 219 THL kebersihan dan taman telah dirumahkan. Ini sesuai dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Permen PAN) dan Surat Edaran (SE) Walikota 2025 yang melarang perpanjangan kontrak bagi THL yang tidak masuk dalam database BKN,” ungkap Alvi, Minggu (6/4).
Kebijakan tersebut menyebabkan berkurangnya jumlah personel lapangan secara drastis. Dampaknya dirasakan langsung oleh para petugas kebersihan yang masih aktif.
Menurut Alvi, mereka kini harus bekerja dua hingga tiga kali lebih keras untuk menutupi kekurangan tenaga.
“Kita hanya bisa memberdayakan tenaga yang ada. Mereka harus kerja ekstra dua sampai tiga kali lipat dari biasanya. Sebab, sampah tetap harus ditangani setiap hari sesuai standar pelayanan,” jelas Alvi.
Di lapangan, kondisi penanganan sampah memang terlihat memprihatinkan. Berdasarkan pantauan di Tempat Penampungan Akhir (TPA) Sungai Andok, hanya terlihat 3 hingga 4 orang petugas yang mengerjakan pekerjaan yang sebelumnya ditangani oleh sekitar 15 orang.
Hal ini memperlihatkan beban kerja yang sangat berat bagi petugas yang tersisa. Saat ini, Pemko Padangpanjang belum menetapkan langkah konkret untuk menangani kekosongan tenaga kebersihan pasca dirumahkannya para THL.
Menurut Alvi, pihaknya masih menunggu arahan lebih lanjut dari Walikota Padangpanjang.
“Solusi secara konkret memang belum ada hingga saat ini. Kami masih menunggu arahan dari Pak Wali Kota untuk penanganan lebih lanjut terhadap kekurangan tenaga ini,” ujarnya.
Sementara itu, salah seorang mantan THL kebersihan yang enggan disebutkan namanya menyampaikan harapannya agar pemerintah dapat memberikan solusi, mengingat banyak dari mereka sangat bergantung pada pekerjaan ini untuk memenuhi kebutuhan hidup.
“Kami butuh biaya hidup sehari-hari, apalagi untuk sekolah anak-anak. Karena itu kami sangat berharap Pak Walikota yang baru ini bisa mencarikan solusi agar kami tetap bisa bekerja,” ujar pria kurus tersebut yang mengaku memiliki empat anak. (wrd)
Editor : Novitri Selvia