Menurut keterangan Eri, 57 tahun, warga sekitar yang menyaksikan kondisi pascakejadian, bus berwarna putih itu terlihat oleng dan menabrak pagar beton. Ia menduga sopir bus mengantuk saat melintasi jalur tersebut dalam perjalanan menuju Padang.
“Dari cerita jemaah yang lewat subuh tadi, katanya supirnya sempat mengaku mengantuk. Penumpangnya kira-kira enam orang,” ungkap Eri.
Akibat insiden tersebut, pagar dua bangunan mengalami kerusakan cukup parah. Namun hingga pagi menjelang terang, tidak ada satu pun warga yang mengetahui dengan pasti merek, plat nomor, atau identitas bus yang terlibat. Begitu pula dengan kondisi penumpang yang tidak diketahui secara jelas.
“Karena masih gelap, tidak kelihatan jelas. Tapi yang pasti, pagar cucian mobil dan pagar rumah warga ambruk,” lanjutnya.
Menanggapi hal ini, Kasat Lantas Polres Padangpanjang, Iptu Jamalluddin menyebut pihaknya belum menerima laporan resmi terkait kejadian tersebut. Ia memperkirakan persoalan mungkin telah diselesaikan secara kekeluargaan antara pihak pengemudi dan pemilik bangunan.
“Sampai saat ini belum ada laporan yang masuk. Bisa saja mereka sudah berdamai. Tapi kami tetap mengimbau para pengemudi agar tidak memaksakan diri saat merasa kantuk. Istirahat sebentar lebih baik daripada menimbulkan kecelakaan,” ujarnya melalui sambungan telepon.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemilik rumah atau pihak pengelola bus. Namun peristiwa ini kembali mengingatkan pentingnya kesadaran pengemudi terhadap faktor kelelahan yang bisa berujung petaka, terlebih di jalur rawan seperti Silaiang. (wrd)
Editor : Hendra Efison