Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Masih Bersyukur, meski jadi Korban Kecelakaan Beruntun

Yuwardi Tanjung • Kamis, 24 April 2025 | 11:00 WIB

Ilustrasi.(Jawapos)
Ilustrasi.(Jawapos)

PADEK.JAWAPOS.COM-PEMILIK dan pengendara N-Max BA 3847 GR Alhaqqi Shaum Syalma, 33, berkendara dari Ketaping, Kabupaten Padangpariaman siang kemarin.

Dia baru saja menghadiri pesta pernikahan kerabatnya dan hendak kembali ke Rengat, tempat ia menjalani hidup bersama isteri dan satu anaknya.

Sempat makan di Lembahanai sebelum harus terhenti mengikuti sistem buka tutup arus lalu lintas karena ada pengaspalan jalan di kawasan Cubadakbungkuak, Kota Padangpanjang Alhaqqi yang berada paling depan langsung memacu laju kendaraannya.

Namun malang sekejab mata, Alhaqqi harus merelakan kendaraan miliknya remuk di kolong truk setelah ditabrak dan terseret sejauh lebih kurang 100 meter.

Meski perjalanan pulang ke Rengat untuk bisa mulai bekerja kembali setelah izin libur, harus terhenti akibat menjadi korban kecelakaan beruntun di Bukit Berbunga Silaiang Bawah, Kota Padangpanjang, sekitar pukul 11.30 WIB.

“Motor hancur dan sama sekali tidak bisa diperbaiki lagi. Kemudian pulang ke Rengat tidak bisa dilanjutkan. Tapi di balik semua musibah ini, saya masih sangat bersyukur. Masih dilindungi-Nya. Saya selamat tanpa ada luka sedikitpun, karena ada mobil Innova menerobos antrean mobil dari atas yang membuat saya harus menghentikan motor dan melepaskannya saat mengetahui ada truk hilang kendali menabrak tebing itu,” cerita Alhaqqi.

Usai kejadian, dirinya sempat mendengar banyak orang berteriak mencari-cari di mana pengendara motor yang remuk di bawah truk tersebut. Alhaqqi kemudian baru mendekati truk dan melihat motor miliknya yang remuk, setelah kondisi tubuhnya yang menggigil kecemasan mulai tenang.

“Saat saya mendekat, baru semua orang yang ada turut bersyukur melihat pengemudi motor tidak ikut terlindas. Begitu semua sudah terkendali, saya menghubungi orang tua yang masih di lokasi pesta kerabat dan isteri di Rengat,” tutur Alhaqqi terus bersyukur.

Hal yang sama juga diungkapkan Asril Yasri, 45, pengemudi truk Hino bermuatan besi 16 ton. Pria yang baru saja bekerja sebagai pengemudi truk milik salah satu toko bangunan terbesar di Padangpanjang itu, tidak henti-hentinya bersyukur setelah mendengar tidak ada korban meninggal dunia, dan luka parah.

Terutama pengendara motor yang diketahui paling pertama ditabrak truknya yang hilang kendali setelah blong rem, Asril mengaku sempat menolak dinaikkan ke ambulans untuk dilarikan ke rumah sakit. Dirinya saat itu meminta untuk melihat kondisi motor dan pengemudi di bawah truknya.

“Alhamdulillah, setelah mengetahui pengendara motor itu selamat, baru saya naik ke ambulans. Dan saya kembali bersyukur, ternyata kejadian ini tidak sampai merenggut nyawa dan luka berat. Awalnya saya sangat stress dan menyesali kejadian ini. Namun sekali lagi saya bersyukur, korban yang banyak hanya luka ringan,” ucap Asril.

Korban lainnya pemilik dan pengendara Honda Jazz BA 1690 LK, Pawirman, 47, mengatakan tidak ada yang menginginkan terjadinya suatu musibah. Termasuk sebagai korban, maupun pelaku dan kecelakaan berlalu lintas tersebut.

“Terpenting semuanya selamat, dan itu tanda kuasa Allah SWT yang patut kita syukur,” ujar Pawirman ketika ikut membezuk kondisi supir truk saat di IGD. (wrd)

Editor : Novitri Selvia
#Alhaqqi Shaum Syalma #Cubadakbungkuak #kecelakaan