Kepastian itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padangpanjang, Faizah, setelah menerima hasil uji laboratorium Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Padang pada Senin (13/10/2025) malam.
“Sajian program MBG dinyatakan aman dan memenuhi syarat kesehatan. Tidak ditemukan cemaran bakteri pada sampel makanan,” ujar Faizah, Rabu (16/10/2025).
Sebelumnya, beberapa siswi dari SDN 09 dan SMPN 3 Ekorlubuk sempat mengalami gejala mual, pusing, dan muntah usai menyantap makanan MBG. Sebanyak 11 siswi mendapat penanganan awal dan total 29 siswa sempat dibawa ke IGD.
Namun hasil pemeriksaan medis menunjukkan sebagian besar hanya mengalami peradangan ringan, dan seluruhnya sudah pulih pada hari yang sama.
Untuk memastikan penyebab, Dinkes bersama tim teknis mengirimkan sampel makanan MBG dan air minum isi ulang (AMIU) ke BPOM Padang untuk diuji secara mikrobiologis dan kimiawi.
Hasilnya, seluruh menu MBG — cabai goreng, sayur buncis wortel, tempe goreng tepung, telur mata sapi, dan nasi — bebas dari bakteri berbahaya seperti Staphylococcus aureus, Salmonella, Bacillus cereus, dan E. coli.
Namun, hasil berbeda ditemukan pada sampel air minum isi ulang (AMIU) dari SMAN 1 Sumbar.
Faizah menyebut, meski uji kimia menunjukkan air layak konsumsi, pemeriksaan mikrobiologis menemukan cemaran bakteri coliform, walau tanpa keberadaan E. coli atau Salmonella.
“Air minum isi ulang tersebut tidak memenuhi syarat pada parameter coliform. Ini menjadi bahan evaluasi agar kebersihan penyediaan air di sekolah lebih diperhatikan,” jelasnya.
Ia menegaskan, Dinkes akan memperkuat pengawasan keamanan pangan dan kebersihan air di sekolah agar kejadian serupa tidak terulang.
“Kami juga mengimbau siswa untuk mencuci tangan sebelum makan dan memastikan wadah air minum selalu bersih,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Padangpanjang Hendri Arnis menegaskan Pemko terus memantau pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) agar sesuai SOP dan aman bagi siswa. (wrd)
Editor : Hendra Efison