Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Diskusi Kuflet “Unlock Infinity” Dibuka Dr Adri Yandi, Bahas Strategi Creative Thinking Bebas Batas

Yuwardi Tanjung • Sabtu, 7 Maret 2026 | 19:43 WIB

Komunitas Seni Kuflet gelar diskusi “Unlock Infinity” bersama Dr Adri Yandi, bahas creative thinking untuk mencegah art block dalam proses berkarya.
Komunitas Seni Kuflet gelar diskusi “Unlock Infinity” bersama Dr Adri Yandi, bahas creative thinking untuk mencegah art block dalam proses berkarya.
PADEK.JAWAPOS.COM—Kegiatan rutin diskusi seni dan sastra kembali digelar Komunitas Seni Kuflet pada Sabtu (7/3/2026) dengan menghadirkan narasumber Adri Yandi yang membahas konsep berpikir kreatif tanpa batas dalam proses berkarya.

Diskusi yang berlangsung di sanggar komunitas tersebut digelar bertepatan dengan bulan puasa dan diikuti anggota komunitas serta peserta yang aktif dalam kegiatan seni dan sastra.

Ketua Komunitas Seni Kuflet, Nofal Dwi Saputra, menyebutkan bahwa kegiatan kali ini mengangkat materi bertajuk “Unlock Infinity: Strategi Kreatif Bebas Batas.”

Ia menjelaskan bahwa narasumber yang dihadirkan merupakan alumni Komunitas Seni Kuflet yang kini aktif di dunia akademik dan seni.

“Pemateri kita kali ini juga merupakan alumni Komunitas Seni Kuflet, membahas konsep creative thinking atau cara berpikir kreatif yang tidak membatasi kemungkinan ide,” ujar Nofal.

Dalam diskusi tersebut, peserta diajak memahami alasan mengapa seseorang perlu mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dalam proses berkarya.

Materi yang disampaikan menekankan bahwa creative thinking penting untuk mencegah kebuntuan ide, yang dalam dunia desain sering dikenal dengan istilah art block, sehingga proses penciptaan karya dapat terus berkembang.

Nofal menuturkan bahwa narasumber juga menjelaskan kesamaan pola dalam berbagai cabang seni meskipun menggunakan medium yang berbeda.

Menurutnya, musik, film, lukisan, maupun teater memiliki pola kreatif yang serupa karena semuanya berangkat dari proses gagasan dan eksplorasi ide yang berkembang melalui medium masing-masing.

Diskusi tersebut juga memberikan edukasi kepada peserta mengenai cara mengembangkan ide konten dengan memperluas sudut pandang terhadap objek yang sama.

Peserta diajak memahami bahwa seorang kreator perlu melihat kemungkinan yang lebih luas agar ide yang muncul tidak terjebak pada perspektif yang sempit.

“Dicontohkannya membuat konten promosi hotel, seorang kreator tidak seharusnya berpikir terbatas hanya pada hotel itu sendiri. Lihat kemungkinan lebih luas agar ide yang muncul menjadi lebih segar dan unik,” jelas Nofal.

Sementara itu, pendiri Komunitas Seni Kuflet, Sulaiman Juned, mengatakan bahwa kehadiran alumni sebagai narasumber memang dirancang untuk menciptakan suasana diskusi yang santai namun tetap memberikan inspirasi.

Menurutnya, keterlibatan alumni yang pernah berproses di komunitas tersebut dapat memberikan pengalaman serta motivasi bagi anggota yang saat ini aktif berkegiatan di Kuflet.

“Kehadirannya sebagai alumni Komunitas Seni Kuflet mampu memberikan inspirasi tersendiri bagi adik-adiknya yang aktif berkegiatan di Kuflet,” ujar Sulaiman Juned.

Kegiatan diskusi seni dan sastra tersebut merupakan bagian dari agenda rutin Komunitas Seni Kuflet dalam membangun ruang berbagi pengetahuan serta memperluas wawasan kreatif bagi para anggotanya.(*)

Editor : Hendra Efison
#creative thinking seni #diskusi seni dan sastra #Komunitas Seni Kuflet