Sepablock Kian Meluas, BNPB Gunakan Untuk Pembangunan Huntap Mandiri di Padangpanjang

Hendra Efison • Dipublikasikan Jumat, 1 Mei 2026 | 18:00 WIB
Sepablock digunakan BNPB di Padangpanjang, huntap tipe 36 dibangun 30 hari dengan anggaran Rp60 juta per unit.
Sepablock digunakan BNPB di Padangpanjang, huntap tipe 36 dibangun 30 hari dengan anggaran Rp60 juta per unit.

PADEK.JAWAPOS.COM – BNPB mulai membangun hunian tetap (huntap) mandiri berbasis Sepablock di Kelurahan Silaing Bawah, Kamis (30/4/2026). Teknologi ini ditargetkan mempercepat pembangunan rumah korban bencana hingga selesai dalam 30 hari.

Pemanfaatan Semen Padang Bata Interlock (Sepablock) terus meluas di Sumatera Barat sebagai solusi pembangunan huntap bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi. Setelah diterapkan di Padang, Padangpariaman, Limapuluh Kota, dan Agam, kini teknologi tersebut digunakan di Kota Padangpanjang.

Pembangunan huntap mandiri ini dihadiri Wali Kota Padangpanjang Hendri Arnis, Sekretaris Utama BNPB Rustian, Staf Direksi PT Semen Padang Donny Aswin Idham, serta unsur Forkompinda.

Sekretaris Perusahaan PT Semen Padang, Win Bernadino, menyebut meluasnya penggunaan Sepablock menjadi bukti bahwa inovasi perusahaan mampu menjawab kebutuhan sosial, khususnya dalam percepatan rehabilitasi pascabencana.

Baca Juga: Tanahdatar Dikunjungi Menpar, Istano Pagaruyung Disiapkan untuk Wisata Gastronomi

“Sepablock merupakan salah satu bentuk kontribusi PT Semen Padang dalam menghadirkan solusi konstruksi yang cepat, efisien, dan tangguh bagi masyarakat terdampak bencana,” ujarnya.

Ia berharap inovasi tersebut dapat terus mendukung pemulihan daerah sekaligus menyediakan hunian yang lebih aman dan layak.

Staf Direksi PT Semen Padang, Donny Aswin Idham, menambahkan Sepablock dirancang untuk meningkatkan efisiensi pembangunan tanpa mengurangi kualitas struktur bangunan.

“Penggunaan Sepablock memungkinkan pembangunan rumah selesai dalam waktu relatif singkat, sekitar 30 hari, tanpa mengorbankan kualitas,” katanya.

Paparan tersebut mendapat perhatian dari Wali Kota Padangpanjang Hendri Arnis. Ia terlihat antusias dan aktif menggali informasi terkait spesifikasi, ketahanan, serta efisiensi biaya dari teknologi tersebut.

Baca Juga: Penalti Arsenal Dibatalkan VAR di Markas Atletico, Ini Penjelasan Resmi UEFA

Meluasnya penggunaan Sepablock menunjukkan inovasi lokal semakin dipercaya sebagai solusi strategis dalam percepatan rekonstruksi pascabencana. Selain mempercepat pembangunan, teknologi ini juga diharapkan mampu meningkatkan standar hunian yang lebih aman dan tahan terhadap risiko bencana.

Pemerintah daerah bersama BNPB dan PT Semen Padang akan terus mendorong pemanfaatan Sepablock guna mempercepat pemulihan masyarakat terdampak bencana di berbagai wilayah Sumatera Barat.(*)

Editor : Hendra Efison
Sepablock Padangpanjang huntap BNPB Sumbar pembangunan huntap 30 hari Semen Padang bata interlock Rumah Korban Bencana