Jangankan target perampungan Padang-Pekanbaru, untuk seksi Padang-Sicincin saja diragukan masyarakat bakal rampung 2024 nanti. Mereka menilai dengan mengukur proses tol yang belum begitu terlihat di Padangpariaman. Bahkan, titik pengerjaan masih terputus-putus.
Tanggapan pesimis Tol Padang-Sicincin rampung 2024, Padang Ekspres peroleh dari 14 orang, setelah mencoba meminta pendapat dari sekitar 27 warga di Kecamatan Batanganai, Lubukalung, Enamlingkung, 2x11 Enamlingkung dan 2x11 Kayutanam.
Sedangkan 13 warga lainnya, 6 orang di antaranya optimis Tol Padang-Sicincin rampung 2024. Sedangkan sisanya, enggan memberikan tanggapan saat diwawancarai oleh Padang Ekspres. Alasan mereka karena tidak pernah mau tahu dengan pembangunan tersebut.
Hamdani, 39, adalah salah seorang warga Lubukalung yang mengaku pesimis Tol Padang-Sicincin rampung 2024 mendatang. Sebab, ia melihat tidak begitu pesat progres pembangunan tol di Padangpariaman itu.
“Kita tidak tahu apakah memang begini pola kerjanya (pembangunan tol di titik yang terputus-putus, red), atau karena masih ada lahan yang belum bebas sampai sekarang,” ujar, kemarin.
Ia menilai, mustahil tol Padang-Sicincin bisa rampung dalam waktu yang sangat singkat. “Mereka ini membangun tol kan tidak di rimba ya, tapi di kawasan pemukiman. Jadi, tidak akan mungkin bisa kerja cepat meskipun dilakukan siang dan malam. Apalagi pembangunan ini skala besar,” hematnya.
Belum lagi, sambungnya, soal lahan yang hingga sekarang tak bebas 100 persen. Hal itu tentunya juga menjadi penghambat percepatan pembangunan. “Jadi tidak usah pasang target yang justru dicibir oleh masyarakat. Sebab sudah tidak satu atau dua kali lagi target pembangunan yang dipasang, dan nyatanya tidak tercapai,” paparnya.
Ucapan pesimis juga dilontarkan Uncu, 42, salah seorang warga di Sicincin yang diwawancarai Padang Ekspres, kemarin. Alasannya karena kondisi pemerintahan sekarang.
“Saya lihat ya, pemerintah sekarang ini banyak yang mengeluh akan kondisi keuangan. Sekarang, pemerintah di daerah mana yang tidak mengeluh devisit? Pusat saja mengeluh devisit,” celetuknya.
Artinya, dalam kondisi ekonomi yang tidak stabil, menurutnya mustahil pemerintah akan memprioritaskan titik pembangunan lamban. Salah satunya Tol Padang-Pekanbaru yang hingga kini masih dalam benang kusut pembebasan lahan.
“Saya merasa pembangunan tol yang jalan sekarang hanya untuk hiburan saja. Untuk mencegah tidak adanya kegaduhan jelang pemilu,” hematnya sembari tersenyum.
Dan ia pun turut mengaitkan antara pemilu dengan proyek pembangunan, khususnya pembangunan tol Padang-Pekanbaru. “Tol itu dibangun pakai uang yang tidak sedikit. Begitupun dengan pemilu, butuh uang yang banyak. Dalam kondisi begini, tentunya harus ada yang mengalah,” cermatnya.
Bahkan, dia yakin di tahun 2024 anggaran tol Padang-Pekanbaru akan jadi perbincangan politis. Sebab, menurutnya akan berpotensi tidak dialokasikan, mengingat tingginya kebutuhan negara untuk pemilu hingga pilkada. “Tapi, kita angguk-angguk saja lah kalau memang mereka yakin tol ini selesai 2024,” tukasnya.
Di sisi lain, Hidayat, 35, warga Lubukalung yang mengaku yakin Tol Padang-Pekanbaru rampung 2024. Sebab ia percaya pemerintah komitmen dengan pembangunan jalan bebas hambatan itu. “Buktinya sampai sekarang orang-orang itu bekerja membangun tol. Jadi pasti tercapai target itu. Kita harus optimis,” ujarnya.
Hal ini serupa dengan yang disampaikan Zanidar, 43, seorang warga di Paritmalintang. “Pasti selesai. Itu orang kan terus bekerja ya. Kita sabar saja menunggunya,” ucapnya singkat.
Sedangkan Petugas Pembebasan Lahan dan Hubungan Masyarakat PT HKI, Andi Prahmana, yang ditanyai Padang Ekspres via chat WhatsApp pribadinya, memberikan jawaban sudah sejauh apa progres Tol Padang-Sicincin.
“Untuk progress (pembangunan Tol Padang-Sicincin, red) sampai dengan 14 Mei 2023 yaitu 36,79 persen,” ujarnya. (apg) Editor : Novitri Selvia