Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

John Kenedy Azis dan Rencana 100 Hari Kerja sebagai Bupati Padangpariaman Terpilih: Andalkan Pertemanan, Minta Pejabat Daerah tak Khawatir

Aris Prima Gunawan • Senin, 20 Januari 2025 | 10:02 WIB

John Kenedy Azis.( Jawapos)
John Kenedy Azis.( Jawapos)

PADEK.JAWAPOS.COM-JOHN Kenedy Azis dan Rahmat Hidayat (JKA-Rahmat) terpilih sebagai bupati dan wakil bupati Padangpariaman di Pilkada 2024. Perolehan suaranya terpaut jauh dari pasangan calon (paslon) petahana.

Kemenangan telak itu bukan tanpa alasan. Namun, karena masyarakat ingin perubahan besar untuk Padangpariaman. Hal ini sebagaimana yang dijanjikan oleh JKA-Rahmat selama berkampanye.

Masyarakat Padangpariaman begitu yakin JKA-Rahmat bisa membawa kemajuan daerah, lantaran dianggap punya jaringan kuat.

Terlebih JKA sudah melalang buana di pemerintahan pusat. Jadi, ia tak diragukan lagi bisa membawa banyak program. Terutamanya untuk pembangunan. John Kenedy pun menyadari ini. Lalu, apa yang akan ia lakukan ketika mulai menjabat nanti.

Khususnya di 100 hari kerja, guna meyakinkan kepada masyarakat Padangpariaman, kalau JKA-Rahmat sesuai dengan ekspektasi mereka. Berikut petikan wawancara wartawan Padang Ekspres ARIS PRIMA GUNAWAN dengan John Kenedy Azis pekan lalu.

Selamat atas kemanangannya Anda Langkah apa yang akan Anda mulai dahulu?

Pertama, tentunya ada program 100 hari kerja John Kenedy Azis. Dalam waktu ini, setidak-tidaknya mulai merealisasikan janji-janji saya selama berkampanye. Misalnya memperjuangkan jembatan dan jalan-jalan yang putus. Lalu irigasi pertanian yang rusak, akan kita perjuangkan.

Apakah hanya fokus pada infrastruktur itu selama 100 hari kerja Anda?

Kami juga akan menyorot soal pendidikan. Misalnya anak-anak yang terganggu sekolahnya karena tidak ada biaya beli seragam, akan kami realisasikan.

Terus juga soal kemudahan berobat bagi masyarakat Padangpariaman. Contohnya karena BPJS masyarakat yang mati atau tidak aktif, itu akan kami perjuangkan.

Apakah APBD Padangpariaman 2025 mampu mendukung program 100 hari kerja Anda ini?

Ya, kalau kita lihat dari postur APBD Padangpariaman tahun ini, dari Rp 1,45 triliun, hanya sekitar Rp 86 miliar untuk infrastruktur. Dapat membangun apa dengan dana Rp 86 miliar itu, untuk membangun 17 kecamatan yang ada di Padangpariaman?

Namun, setelah saya koordinasi dengan teman-teman di DPRD dan pemerintahan sekarang di Pemkab Padangpariaman, setidaknya dapat dilakukan harmonisasi APBD Padangpariaman tahun ini dengan visi-misi JKA Rahmat. Ini akan cukup mendukung capaian kerja 100 hari kami nanti.

Jadi, apa yang akan Anda lakukan untuk memenuhi janji dengan kondisi keuangan daerag yang sangat terbatas itu?

Tentunya, kami akan bekerja keras dengan melibatkan seluruh elemen di Padangpariaman. Kami sadar bahwa membangun Padangpariaman harus dengan kebersamaan. Makanya, sesuai tagline John Kenedy Azis, “Basamo Kito Mambangun Nagari”.

Artinya, kami akan melibatkan seluruh stakeholder dalam membangun nagari Padangpariaman ini. Mulai dari bersama ninik-mamak, cadiak-pandai, alim-ulama, tokoh-tokoh di ranah dan rantau.

Apakah Anda yakin cukup dengan strategi demikian?

Sangat yakin. Makanya, saya juga membangun komunikasi yang erat dengan kalangan legislatif di DPRD Padangpariaman, DPRD Sumbar hingga DPR RI dari Sumbar.

Kami duduk bersama untuk menyesuaikan pemahaman terkait kehendak masyarakat di Padangpariaman. Lalu, bersama-sama memperjuangkan aspirasi masyarakat di provinsi dan pusat.

Saya yakin, Anda punya jurus lain mengingat pengalaman yang sudah panjang di pemerintah pusat. Bagaimana?

Kami telah menghitung, dari 7 partai politik (parpol) yang mendukung JKA-Rahmat di pilkada, ternyata terdapat 31 menteri dari parpol itu. Tentu kami sangat berharap kerja sama dari 7 parpol ini. Saya sudah bertemu dengan pak Andre Rosiade (Ketua Gerindra Sumbar), sama pak Mulyadi (Ketua Demokrat Sumbar).

Tentu, kita sangat berharap sekali dukungan dari mereka.
Selain itu, tentunya saya juga akan meminta dukungan dari jaringan pertemanan saya selama di pusat.

Misalnya dari para menteri yang saya kenal. Insya Allah, mereka akan menyambut baik karena saya mengabdi sebagai bupati juga karena dukungan dan dorongan mereka.

Untuk membangun koordinasi kuat, tentu tidak cukup dengan Anda atau wabup saja. Pejabat di Pemkab Padangpariaman nantinya juga mesti tangguh.

Bagaimana Anda membangun ketangguhan pejabat di Pemkab ini?

Penentuan OPD atau kepala dinas tentunya sangat penting. Saya sampaikan kepada pejabat di Pemkab Padangpariaman, tidak usah khawatir. Saya jamin tidak ada gratifikasi dalam penentuan jabatan.

Semua sudah ada kriteria dan aturannya. Misalnya, keilmuannya sesuai dengan OPD-nya. Contohnya, tidak mungkin dokter jadi kepala dinas PUPR. Lalu, sesuai dengan pengalamannya. Selanjutnya integritas dan kapabilitasnya. Yang terpentingnya, kita harus sama-sama dari nol.

Maksud Anda sama-sama berangkat dari nol itu seperti apa?

Untuk hal ini, yang paling saya telusuri nantinya, pejabat itu tidak terkait dengan permasalahan hukum dan tidak tercela.

Faktor-faktor ini akan sangat menjadi penentu orang yang pantas untuk memimpin OPD selama pemerintahan saya nantinya. Isu dukung mendukung di kalangan ASN, tentunya cukup tajam selama pilkada.

Isu dukung mendukung di kalangan ASN, tentunya cukup tajam selama pilkada. Apakah ini tidak menjadi indikator Anda juga?

Soal mereka mendukung si A atau si B itu tidak masalah bagi saya. Orang loyal dengan atasannya itu wajar saja. Yang benar itu memang harus loyal dengan atasannya. Justru tidak loyak dia dipertanyakan sebagai anak buah. Intinya, tunjukkan ke saya hasil kerja, bukan tunjukkan kresek-kreseknya (gratifikasi).

Apa lagi yang Anda harapkan agar bisa bekerja maksimal?

Tentunya, dukungan dan doa dari seluruh masyarakat Padangpariaman. Insya Allah, dengan kebersamaan, kita bisa mencapai segala yang kita harapkan. Amin. (ARIS PRIMA GUNAWAN)

Editor : Novitri Selvia
#Bupati Padangpariaman Terpilih #John Kenedy Azis #rahmat hidayat