Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Ganti Lahan belum ada Kejelasan, Warga: Telat Kok Bangga

Aris Prima Gunawan • Selasa, 4 Februari 2025 | 11:45 WIB

SAAT DIFUNGSIKAN: Gerbang Tol Padang-Sicincin yang berada di Nagari Kasang, Kecamatan Batanganai. Sampai sekarang, gerbang untuk Kecamatan Lubuakaluang belum jelas pembangunannya.(DOK HK)
SAAT DIFUNGSIKAN: Gerbang Tol Padang-Sicincin yang berada di Nagari Kasang, Kecamatan Batanganai. Sampai sekarang, gerbang untuk Kecamatan Lubuakaluang belum jelas pembangunannya.(DOK HK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Ganti rugi lahan untuk akses masuk tol di Kecamatan Lubuakalung, ternyata belum ada kejelasan sampai sekarang. Hal itu dibenarkan oleh Arrya, 33, salah seorang warga yang lahannya terdampak pembangunan tersebut.

“Belum ada infonya sampai sekarang. Termasuk warga penerima lainnya, belum juga ada dapat info kapan ganti rugi akan dicairkan,” ujar Arrya kepada Padang Ekspres di salah satu warung kopi di Lubuakaluang, kemarin.

Tanpa dibayarkan ganti rugi, sambungnya, sudah pasti pemilik lahan menolak jika lahan mereka digunakan untuk membangun jalan masuk tol di Lubuakalung itu. “Kayaknya tidak mungkin penlok-nya ditukar,” hematnya.

Menurut Arrya, apabila penlok jalan masuk tol di Lubuakaluang ditukar, sudah pasti diberitahukan kepada pemilik lahan. Sebab, mereka sudah melengkapi segala dokumen yang dibutuhkan, lalu menyerahkannya ke BPN.

“Kalau penlok tidak jadi di lahan kami, berarti berkas kami harus dikembalikan,” tukasnya.

Di tempat yang sama, Rian Hidayat, 42, salah seorang warga Lubuakaluang menilai pembangunan tol sangatlah lamban. Menurutnya, Tol Padang-Sicincin yang sudah diuji coba, tidaklah sebuah hal yang mengagumkan. Sebab, pengerjaannya yang memakan waktu sangat lama.

“Tol kita ini sudah telat untuk dibanggakan. Ini mestinya menjadi suatu koreksi, bukan lama digadang-gadang sebagai kebanggaan. Saya lihat kan beritanya begitu. Dibangga-banggakan. Padahal, realitanya kerjanya lama mendeknya. Telat kok bangga,” cetusnya.

Dia yakin, apabila cara kerja tol di Sumbar masih merujuk pada Padang-Sicincin, hasilnya bakal sama. Artinya, sisa pembangunan tol di Ranah Minang ini yang masih sangat panjang, bakal selesai dalam waktu panjang pula.

“Tol Padang-Sicincin dibangun sejak 2018. Sampai tahun ini saja, masih ada yang belum selesai, yaitu akses masuk di Lubuakaluang. Sudah mau difungsikan pula kabarnya. Ini kan hanya untuk bangga-banggaan. Padahal, belum layak itu difungsikan, karena belum 100 persen selesai,” cermatnya.

Jadi, menurutnya pemerintah mesti mengkoreksi betul pihak-pihak yang terlibat dalam pembangunan tol di Sumbar. Lalu menginvestigasi dan mengawasi mereka secara ketat. Terlebih dalam hal pembebasan lahan.

“Jadi, tak usahlah kita bicara Tol Sicincin-Bukittinggi dan seterusnya, kalau Padang-Sicincin saja belum selesai sepenuhnya,” tukas Rian.

Difungsikan saat Mudik Lebaran 2025

Berdasarkan informasi yang dirilis Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum, diklaim bahwa Jalan Tol Padang-Pekanbaru Seksi Padang-Sicincin sepanjang 36,6 kilometer, yang menjadi jalan tol pertama di Sumatera Barat, telah menyelesaikan proses konstruksi.

Sekarang, dijelaskan bahwa jalan tol ini memasuki tahap akhir sebelum dioperasikan secara penuh, setelah menjalani Uji Laik Fungsi (ULF) pada 21 hingga 23 Januari 2025.

ULF dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh spesifikasi teknis, persyaratan, dan perlengkapan jalan tol telah memenuhi standar manajemen dan keselamatan lalu lintas.

“Tim evaluasi laik fungsi terbagi menjadi dua sub tim. Yakni Sub Tim 1 Bidang Pemeriksaan Teknis dan Pengoperasian, serta Sub Tim 2 Bidang Pemeriksaan Administratif,” tulis BPJT di situs resminya, baru-baru ini.

Dijelaskan bahwa PT Hutama Karya (Persero) selanjutnya akan mengoperasikan jalan tol ini yang diperkirakan mulai pada masa arus mudik Lebaran nanti. “Kalau mudik lebaran sudah bisa dilewati, mau liburan ke Bukittinggi dan sekitarnya bisa lebih cepat,” sambung BPJT.

BPJT juga menjelaskan, bahwa keberadaan jalan tol ini diharapkan dapat mengurangi kemacetan yang sering terjadi di daerah Lubuakaluang, Kabupaten Padangpariaman. Dengan melintasi jalan tol ini, perjalanan dari Padang ke Sicincin diperkirakan hanya memakan waktu sekitar 30 menit. (apg)

Editor : Novitri Selvia
#tol padang-sicincin #ganti rugi lahan #Kecamatan Lubuakalung #PT Hutama Karya (HK)