Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Akses Masuk Tol Padang-Sicincin Dinantikan, Lahan tak Kunjung Dibebaskan

Aris Prima Gunawan • Selasa, 8 April 2025 | 11:00 WIB

BELUM DIKERJAKAN: Kawasan yang akan dijadikan jalan akses menuju tol Padang-Sicincin di Lubuakaluang, masih terlihat berdiri satu penyangga balok erection girder, kemarin.(ARIS PRIMA G/PADEK)
BELUM DIKERJAKAN: Kawasan yang akan dijadikan jalan akses menuju tol Padang-Sicincin di Lubuakaluang, masih terlihat berdiri satu penyangga balok erection girder, kemarin.(ARIS PRIMA G/PADEK)

PADEK.JAWAPOS.COM-Akses masuk Tol Padang-Sicincin di Kecamatan Lubuakaluang, Kabupaten Padangpariaman, tampaknya belum ada tanda-tanda akan dibangun.

Padahal, akses itu sangat diharapkan ketersediaannya oleh masyarakat bila tol dioperasikan sepenuhnya.

Pantauan Padang Ekspres kemarin (6/4), kawasan yang disebut-sebut bakal menjadi lokasi dibangunnya akses masuk Tol Padang-Sicincin di Lubuakaluang, belum tampak pembangunannya. Baru terlihat satu tiang untuk penyangga balok erection girder berada di sana. Lalu sejumlah beton pagar tol tersusun.

Arrya, 33, salah seorang warga calon penerima ganti rugi lahan untuk akses masuk Tol Padang-Sicincin di Lubuakaluang, mengatakan sampai sekarang belum ada kejelasan kapan ganti rugi akan dicairkan.

“Belum. Memangnya sudah ada info kapan akan dibayarkan,” tanyanya kembali kepada Padang Ekspres, kemarin.

Ia pun mengatakan, sejauh ini tidak ada informasi yang diterimanya terkait ganti kerugian dari pihak terkait pembebasan lahan untuk akses tol di Lubuakaluang itu. “Kalau administrasi sudah lama kami lengkapi. Sekarang tinggal menunggu cair saja,” ucapnya.

Makanya, sambung Arrya, lahan masih digunakan warga sampai saat itu. “Kalau yang berupa sawah, ya masih digunakan untuk bertanam padi. Soalnya kan tidak ada kejelasan. Jika nanti mendadak, berarti padi yang ditanam harus diganti,” hematnya.

Arrya pun menilai tidak mungkin akses tol di Lubuakaluang tidak dibangun. Sebab hal itu akan sangat menyulitkan pengguna tol nantinya. “Kalau trase-nya dialihkan, mau dialikan ke mana? Saya rasa ini sudah lokasi yang pas,” hematnya.

Ia pun menjelaskan bahwa akses tol di Lubuakaluang tersebut yaitu dari Nagari Singguliang ke Palakatok Nagari Sungaiabang. “Trase ini sudah diukur dan sebelumnya, dan sudah dilakukan musyawarah serta sosialisasi juga. Jadi, jalurnya dari sini (Singguliang) ke Pasarbaru di Palakatok Sungaiabang,” tukasnya.

Sejumlah pengguna jalan juga mengungkapkan kekecewaan mereka terhadap belum tersedianya akses keluar tol di kawasan Lubuakaluang. Akibatnya, mereka harus menempuh jalur memutar melalui Kasang, Kecamatan Batanganai, untuk menuju Kota Pariaman.

“Saya diarahkan masuk ke Tol Sicincin pada Sabtu (5/4) siang. Sebab siang sudah dimulai sistem satu arah. Tapi saya kaget karena tidak ada pintu keluar di Lubuakaluang maupun Parikmalintang. Mau tak mau, saya keluar di Kasang,” ujar Dino Saputra, 35, salah satu warga Ulakantapakih, kemarin.

Menurutnya, keberadaan gerbang tol di Lubuakaluang sangat penting untuk efisiensi waktu dan biaya perjalanan. “Kalau nanti tol ini sudah berbayar, pasti orang berpikir dua kali untuk masuk kalau tidak ada pintu keluarnya di Lubuakaluang. Terlebih pengendara dari arah Bukittinggi yang ingin ke arah Pariaman,” hematnya.

Kekecewaan serupa juga diutarakan Firman Hardiansyah, 38, salah seorang perantau Pariaman di Riau. Ia mengatakan bahwa dirinya juga terjebak oneway, sehingga harus masuk tol Padang-Sicincin di Nagari Kapalohilalang, akhir pekan lalu.

“Harusnya kita ditanya mau ke Padang atau Pariaman. Kalau ke Pariaman, mestinya disediakan jalur alternatifnya. Tapi tidak, kita langsung diarahkan masuk tol. Kita perantau ini mana tahu kalau tol itu keluarnya hanya di Padang,” keluhnya.

Ia pun berharap agar ke depan kebijakan di Sumbar untuk mengurai macet saat libur panjang ke depannya, tidak menyulitkan pengendara. “Pas keluar di Kasang, kita terpaksa lewat jalan bandara. Ternyata di sana juga macet. Perjalanan yang sangat mengesalkan,” cetusnya.

Dino menyarankan pemerintah untuk tidak membuka Tol Padang-Sicincin apabila tidak mampu memanajemennya dengan baik. Sebab, menurutnya cukup banyak pengendara yang kecewa karena malah semakin jauh jarak tempuh mereka.

“Tol itu, di mana saja di muka bumi ini fungsinya untuk mempersingkat jarak tempuh, bukan memperpanjang,” tukasnya.

Terkait pembebasan lahan tersebut, Kepala Kantor Badan Pertanahan Sumbar Teddi Guspriadi belum bersedia memberikan keterangan. “Maaf besok saya tanggapi ya. Karena baru sampai dari Jambi,” ungkapnya kepada Padang Ekspres via pesan WhatsApp tadi malam. (apg/yud)

Editor : Novitri Selvia
#Teddi Guspriadi #tol padang-sicincin #Lubuakaluang #jalan tol #Nagari Kapalohilalang