Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Katupek Gulai Tunjang Balaibaru, Paling Terkenal

Aris Prima Gunawan • Rabu, 30 Juli 2025 | 12:45 WIB

John Kenedy Azis (JKA). (Jawapos)
John Kenedy Azis (JKA). (Jawapos)

PADEK.JAWAPOS.COM-Bupati Padangpariaman, John Kenedy Azis (JKA), mempromosikan katupek gulai tunjang, hidangan legendaris yang berasal dari Pasar Balaibaru, Nagari Balahaia, Kecamatan VII Koto. Menurutnya, kuliner itu benar-benar memiliki ciri khas.

“Kalau ingin merasakan katupek gulai tunjang dan jangek yang otentik, datanglah ke Pasar Balai Baru. Ini menu favorit banyak orang,” ujarnya usai menyantap hidangan tersebut, kemarin.

Ia menjelaskan bahwa katupek gulai tunjang merupakan perpaduan harmonis antara ketupat yang disiram kuah gulai nangka pedas, dengan potongan tunjang (kaki sapi atau kerbau) serta jangek (kulit sapi) yang kenyal.

“Kombinasi bumbu dan rempah yang khas menjadikan sajian ini menggugah selera sejak suapan pertama. Meski menggoda, pengunjung disarankan menyantapnya secara bijak karena kandungan kolesterol yang tinggi,” hematnya.

Setiap pagi terutama di akhir pekan, sambungnya, deretan warung di Pasar Balaibaru—dikenal juga sebagai los lambuang atau pujasera tradisional—sudah ramai sejak subuh.

Pengunjung dari berbagai penjuru berdatangan untuk menikmati sarapan khas ini. Biasanya, sebelum tengah hari, gulai tunjang sudah habis terjual.

“Selain katupek gulai tunjang, pasar ini juga menawarkan beragam kuliner tradisional lainnya seperti sala bulek, rakik udang, lontong pecal, bubur kacang hijau, hingga minuman khas seperti teh talua dan kopi manih. Suasana pasar yang penuh nuansa tradisi menjadikannya tempat ideal untuk sarapan atau bernostalgia dengan cita rasa kampung halaman,” tukasnya.

Sedangkan Kepala Dinas Kominfo Padangpariaman, Zahirman, yang juga putra asli daerah VII Koto, mengungkapkan bahwa Pasar Balaibaru menyimpan nilai budaya yang kuat.

Salah satu tradisi yang masih lestari adalah kebiasaan sarapan bersama keluarga besar di pasar ini sehari setelah pesta pernikahan. “Itu sudah menjadi kebiasaan turun-temurun. Setiap musim baralek, tradisi ini masih sering dilakukan,” tuturnya.

Menariknya, sambung Zahirman, cita rasa khas Balaibaru tak hanya tersaji di kampung halaman. Banyak perantau yang memulai usaha dari pasar ini dan kini menyebarkan kenikmatan katupek gulai tunjang hingga ke berbagai kota di Indonesia. Hidangan ini pun menjelma menjadi simbol kerinduan dan identitas kuliner Padangpariaman.

“Dengan dukungan pemerintah daerah, termasuk promosi langsung dari kepala daerah, diharapkan katupek gulai tunjang Balai Baru semakin dikenal luas sebagai ikon kuliner tradisional yang membanggakan,” tukasnya.(apg)

Editor : Novitri Selvia
#John Kenedy Azis #Nagari Balahaia #Katupek Gulai Tunjang Balaibaru #kuliner minang