PADEK.JAWPSO.COM-Kepolisian mengungkap perkembangan terbaru terkait kasus pembunuhan sadis disertai mutilasi yang menewaskan tiga perempuan muda di Batanganai, Kabupaten Padangpariaman.
Dari hasil penyidikan sementara, dua korban diketahui menjadi sasaran pembunuhan berencana oleh tersangka Satria Jhuwanda Putra alias Wanda.
Kapolres Padangpariaman AKBP Ahmad Faisol Amir menjelaskan, dua dari tiga korban, yakni Adek Gustiana, 24, dan Septia Adinda, 25, diduga kuat dibunuh secara terencana oleh Wanda.
Sementara satu korban lainnya Siska Oktavia Rusdi, 23, —yang diketahui sebagai pacar tersangka— disebut tidak termasuk dalam rencana awal pembunuhan.
Ketiga korban merupakan mantan mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Keuangan, Perbankan dan Pembangunan (STIE KBP) Padang. Kasus ini menyita perhatian publik karena modus kejahatannya yang tergolong sadis dan berantai.
Lebih lanjut, Faisol mengatakan, konferensi pers resmi mengenai kasus ini semula direncanakan digelar di tingkat Polres Padangpariaman.
Namun karena pertimbangan kewenangan, penyampaian resmi akhirnya dialihkan ke Polda Sumbar. Hingga saat ini, belum ada jadwal pasti kapan konferensi pers tersebut akan dilaksanakan.
“Memang beberapa kali rencana konferensi pers sempat tertunda karena kewenangan konferensi diambil alih oleh Polda,” terang Faisol.
Pihak kepolisian meminta masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu informasi resmi yang akan diumumkan secara terbuka.
“Kami masih terus bekerja keras untuk menuntaskan penyidikan ini. Kami mengerti keresahan masyarakat, tapi mohon bersabar menunggu hasil final,” imbuhnya.
Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya, kasus ini terungkap, berawal dari temuan tubuh tanpa tangan, kaki, alat kelamin, dan kepala di aliran Batanganai, pada Selasa (17/6) sekitar pukul 10.00.
Tak berselang lama, warga menemukan potongan kaki korban. Keesokan harinya, ditemukan tangan dan kepala korban.
Diduga, jasad yang dimutilasi dibuang tanpa di kemas.
Sehingga, setiap potongannya ditemukan dititik yang berbeda di aliran sungai itu. Bahkan, bagian kepala ditemukan di dekat muara Batanganai. Lengkapnya sosok korban mutilasi membuat petunjuk makin kuat.
Terungkaplah siapa korban pembunuhan sadis itu. Diduga ia adalah Septi Ananda, 23, wanita muda yang berdomisili di Kecamatan Lubuakaluang.
Dari penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian, petunjuk mengarah pada sosok Satria Jhuwanda Putra alias Wanda, 25. Ia seorang satpam di salah satu pablik yang ada di Kecamatan Batanganai.
Tim Gagak Hitam Polres Padangpariaman pun langsung mendatangi kediaman Wanda pada Rabu malam (18/6). Intrograsi pun dilakukan, Wanda tak dapat mengelak.
Ternyata, tidak saja mengakui telah membunuh Septi dan memotong-motong jasadnya, penyelidikan polisi pun berujung pada pengungkapan misteri yang lebih besar. Yakni tentang hilangnya Siska Oktavia Rusdi alias Cika dan Adek Gustiana, yang ternyata menjadi korban perbuatan sadis Wanda.
Kapolres mengungkapkan bahwa Septi Ananda dibunuh pada Minggu (15/6) sekitar pukul 15.00. Bagian tubuh korban, diduga dipotong menjadi 10 bagian. Potongan itu ditemukan secara terpisah pada Selasa-Rabu (17-18/6).
Sedangkan menyangkut pembunuhan Cika dan Adek, Faisol menjelaskan bahwa pengakuan pelaku pembunuhan dipicu masalah asmara dan dendam pribadi. Pelaku mengaku menjalin hubungan asmara dengan Cika, namun merasa dikhianati karena Cika disebut berselingkuh. (apg)
Editor : Novitri Selvia