Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

11, 85 Ha Lahan Padi Diserang Hama Wereng. 151,30 hektare Terancam Gagal Panen

Aris Prima Gunawan • Senin, 8 September 2025 | 11:45 WIB

GAGAL PANEN: Tanaman padi yang diserang hama wereng.
GAGAL PANEN: Tanaman padi yang diserang hama wereng.

PADEK.JAWAPOS.COM-Hama wereng cokelat kembali menjadi ancaman serius bagi para petani di Kabupaten Padangpariaman. Berdasarkan data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan setempat hingga September 2025, total 11,85 hektare (Ha) lahan padi telah terserang hama tersebut, sementara 151,30 hektare lainnya berisiko mengalami gagal panen.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Padangpariaman, Irawati Febriani, menjelaskan bahwa serangan hama wereng sudah berlangsung selama tiga tahun terakhir.

Namun, upaya penanggulangan belum berjalan maksimal karena tidak tersedianya anggaran khusus untuk penanganan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), baik dari pemerintah provinsi maupun kabupaten. Padahal, pada periode sebelumnya, anggaran untuk penanganan OPT sempat tersedia.

“Dalam tiga tahun terakhir, hama wereng terus menjadi tantangan serius bagi pertanian di Padangpariaman. Sayangnya, keterbatasan anggaran untuk pengendalian OPT membuat upaya penanganan tidak maksimal,” ujar Irawati, kemarin.

Serangan hama wereng ditemukan di tujuh kecamatan, yaitu V Koto, IV Koto Amalkan Tang, Lubuak Alung, Sungai Limau, Batang Anai, Ulakan Tapakis, dan Enam Lingkung. Dari hasil pemantauan, tingkat serangan hama berkisar antara 13 hingga 44 persen.

Sebagai contoh, di Kelompok Tani (Poktan) Kampung Paneh, Nagari Pakandangan, Kecamatan Enam Lingkung, serangan hama mencakup 2 hektare lahan dengan intensitas tertinggi mencapai 44,44 persen, sehingga 3 hektare area pertanian berisiko gagal panen.

Sementara itu, di Poktan Simpang Tengah, Nagari III Koto Amalkan Utara, 0,25 hektare lahan telah terserang, dengan potensi kerusakan yang dapat meluas hingga 11 hektare.

Varietas padi yang terdampak meliputi Cisokan, PB 42, Kuriak, Putiah Papanai, Bujang Marantau, serta sejumlah varietas lokal lainnya.

Untuk mengantisipasi kerugian yang lebih besar, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan menyarankan para petani untuk beralih ke varietas Batang Piaman yang dianggap lebih tahan terhadap serangan wereng. Selain itu, pola tanam serentak juga didorong guna memutus siklus hidup hama.

“Kami terus mengimbau petani menanam varietas Batang Piaman dan menerapkan pola tanam serentak. Namun, dalam kondisi darurat seperti saat ini, penyemprotan insektisida tetap menjadi langkah penting agar penyebaran hama tidak semakin meluas,” tambah Irawati.

Irawati juga menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan benih padi varietas Batang Piaman yang dapat diperoleh melalui kelompok tani maupun penyuluh pertanian.

“Varietas Batang Piaman telah terbukti lebih tahan terhadap wereng cokelat. Petani bisa mendapatkannya langsung melalui penyuluh atau kelompok tani di nagari masing-masing,” jelasnya. (apg)

Editor : Novitri Selvia
#hama wereng cokelat #Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Padangpariaman #Irawati Febriani