PADEK.JAWAPOS.COM-Wakil Bupati Padangpariaman, Rahmat Hidayat, memaklumi aksi penolakan yang dilakukan warga Nagari Kapalohilalang saat pertemuan membahas tuntutan terkait pembangunan kawasan Tarok City, akhir pekan kemarin. Rahmat menilai emosi warga yang belum puas terhadap penyelesaian persoalan merupakan hal wajar.
Rahmat menjelaskan kedatangannya ke kantor Wali Nagari Kapalo Hilalang atas permintaan Bupati Padangpariaman untuk mendampingi pertemuan bersama masyarakat, menyusul aksi demonstrasi kedua yang digelar warga beberapa waktu lalu.
Sebelum hadir, ia mengaku telah berkoordinasi dengan perangkat nagari dan tokoh masyarakat setempat. “Pertemuan itu memang diagendakan. Saya juga mengajak sejumlah kepala OPD untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat,” ujarnya, kemarin.
Dialog yang dihadiri perangkat nagari, niniak mamak, dan tokoh masyarakat tersebut awalnya berlangsung tertib. Namun, suasana berubah setelah seorang warga mempertanyakan ketidakhadiran bupati.
Kondisi semakin tidak kondusif, sehingga Rahmat memutuskan mengakhiri pertemuan lebih awal dan berpamitan kepada warga. “Saya memaklumi kejadian tersebut. Warga yang hadir mungkin masih emosi karena merasa haknya belum terpenuhi,” kata Rahmat.
Rahmat menilai ketegangan warga dilatarbelakangi dua aksi demonstrasi yang belum mendapat kepastian atas tuntutan ganti rugi tanaman dan pembangunan Batalyon Kesehatan.
Ia menegaskan Pemkab Padangpariaman akan terus berupaya mencari solusi. “Kami akan terus berupaya mencari jalan keluar terbaik atas tuntutan masyarakat setempat,” tegasnya.
Pertemuan itu, sambungnya, sebagai tindak lanjut aksi warga pada Kamis (11/9). Untuk itu, ia menggelar pertemuan dengan masyarakat Kapalohilalang di kantor wali nagari.
Rahmat hadir bersama sejumlah kepala perangkat daerah dan menegaskan pemerintah daerah berkomitmen mendalami setiap persoalan agar tidak ada pihak yang dirugikan.
“Persoalan Tarok City ini memang sudah lama. Pemerintah daerah akan melibatkan seluruh pihak terkait agar pembahasan lebih terarah dan program strategis kawasan pendidikan terpadu di Tarok City dapat terlaksana tanpa mengabaikan hak masyarakat,” ujarnya.
Rahmat menegaskan pertemuan tersebut merupakan langkah awal untuk membangun komunikasi yang lebih baik dengan masyarakat Kapalo Hilalang. “Pemerintah tidak akan mengabaikan aspirasi masyarakat,” pungkasnya.
Untuk diketahui, video pengusiran Wabup Padangpariaman dan rombongan saat rapat di Kantor Wali Nagari Kapalohilalang viral di media sosial. Aksi itu menuai pro dan kontra.
Ada yang memandang wajar, ada pula yang menganggapnya tak etis. Namun, Rahmat Hidayat menggap kejadian itu wajar saja. (apg)
Editor : Novitri Selvia