PADEK.JAWAPOS.COM-Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Gerindra, Ade Rezki Pratama, mengingatkan masyarakat untuk lebih teliti dalam mengonsumsi obat demi mengantisipasi peredaran produk farmasi ilegal dari luar negeri yang berpotensi membahayakan kesehatan.
“Obat yang tidak berizin berpotensi masuk ke daerah kita melalui pelabuhan kapal ikan. Karena tidak memiliki izin edar, keamanan dan kualitasnya belum tentu terjamin,” kata Ade Rezki Pratama melalui konferensi video dalam acara Sosialisasi Peningkatan Penggunaan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan Produksi Dalam Negeri di Ulakantapakih, kemarin.
Ia mengungkapkan, banyak obat ilegal yang dipasarkan sebagai “obat dewa” yang diklaim mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Padahal, kandungan bahan dalam obat-obat tersebut justru bisa merusak ginjal dan menyebabkan pasien harus menjalani cuci darah secara rutin.
“Mungkin setelah mengonsumsi obat tersebut rasa nyerinya hilang, tapi bukan sakitnya yang sembuh. Itu karena obat itu mengandung pereda nyeri. Setelahnya, sakit akan kembali,” ujarnya.
Ade Rezki menegaskan, produk farmasi ilegal terus diawasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta instansi terkait agar tidak masuk ke Indonesia.
Ia juga menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat terhadap penggunaan obat yang kini mudah diperoleh, baik di apotek, warung, maupun secara daring.
Sementara itu, Ketua Tim Kerja Hilirisasi dan Pengembangan Alat Kesehatan Dalam Negeri, Direktorat Ketahanan Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI, Nurhidayat, mendorong masyarakat, Puskesmas, dan apotek untuk memprioritaskan penggunaan produk farmasi dan alat kesehatan buatan dalam negeri.
“Kita harus memajukan industri farmasi dalam negeri. Kalau bukan kita, siapa lagi,” tegasnya.
Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padangpariaman, Efriyeni, turut mengingatkan warga agar memahami aturan penggunaan obat.
”Saat berobat ke dokter atau membeli obat di apotek, akan dijelaskan aturan pakainya. Patuhi aturan itu. Jika harus dihabiskan tiga hari, maka habiskan tiga hari,” ujarnya. (apg)
Editor : Novitri Selvia