Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Perantau Ditemukan Meninggal di Kampungtangah, Keluarga Sebut Alami Masalah Rumah Tangga

Aris Prima Gunawan • Kamis, 20 November 2025 | 11:11 WIB

OLAH TPK: Petugas dari IV Koto Aua Malintang saat memasang garis polisi pada pohon ditemukannya Indra Jaya dalam kondisi tergantung.
OLAH TPK: Petugas dari IV Koto Aua Malintang saat memasang garis polisi pada pohon ditemukannya Indra Jaya dalam kondisi tergantung.

PADEK.JAWAPOS.COM-Warga Kampungtangah, Nagari III Koto Aua Malintang Timur, Kecamatan IV Koto Aua Malintang, dikejutkan oleh temuan seorang pria yang ditemukan tidak bernyawa pada Rabu (19/11) sekitar pukul 06.30.

Korban diketahui bernama Indra Jaya, 45, perantau yang baru empat hari pulang dari Jepara, Jawa Tengah.

Kapolsek IV Koto Aua Malintang, Iptu Muhammad Basir, menjelaskan bahwa warga pertama kali melihat korban berada dalam posisi tergantung di pohon alpukat di dekat rumah neneknya.

“Keluarga dan warga langsung menurunkan tubuh korban sebelum melaporkan kejadian itu ke Polsek,” ujar Iptu Basir.

Menurut keterangan keluarga, Indra sebelumnya pamit hendak ke kamar mandi di rumah neneknya tersebut. Mereka juga menyampaikan bahwa Indra tengah mengalami persoalan rumah tangga sejak awal 2025, setelah istrinya menikah dengan pria lain.

Kondisi itu disebut memengaruhi keseharian korban. Beberapa hari sebelum insiden tersebut, Indra sudah berada di Padangpariaman dan kerap mendatangi rumah kakaknya untuk meminta bantuan.

Pada Rabu malam sekitar pukul 19.00, ia meminta keponakannya menjual jam tangan miliknya karena kesulitan uang. Selang beberapa jam, sekitar pukul 23.00, ia kembali datang untuk meminta dibuatkan teh manis.

“Pada pukul 00.00 dan kembali sekitar pukul 02.30, ia datang lagi meminta makanan. Selain itu, keluarga juga menunjukkan pesan WhatsApp yang ia kirim kepada istri dan anak-anak sekitar pukul 03.00 yang berisi kalimat perpisahan,” jelas Kapolsek.

Hasil pemeriksaan medis oleh dr. Fhadila Yusra menunjukkan tanda-tanda yang konsisten dengan dugaan kuat tindakan bunuh diri dan tidak ditemukan indikasi kekerasan dari pihak lain.

Tenaga medis juga memperkirakan waktu kematian terjadi kurang dari dua jam sebelum korban ditemukan.

Pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan memutuskan untuk tidak dilakukan autopsi. Keputusan itu telah disampaikan secara resmi kepada pihak kepolisian. (apg)

Editor : Novitri Selvia
#Nagari III Koto Aua Malintang Timur #Iptu Muhammad Basir #gantung diri #Polsek IV Koto Aua Malintang