PADEK.JAWPAOS.COM-Kunjungan kerja Komisi I dan IV DPRD Padangpariaman ke Sleman, Yogyakarta, menuai kritik dari berbagai pihak.
Di tengah daerah masih berjibaku memulihkan dampak pascabencana, perjalanan dinas tersebut dinilai tidak menunjukkan empati terhadap warga yang terdampak.
Dosen Universitas Andalas, Dr Hary Efendi, menyampaikan keprihatinannya atas langkah yang diambil para wakil rakyat itu.
Menurutnya, anggota DPRD seharusnya menempatkan kepentingan dan kondisi masyarakat sebagai pertimbangan utama, terlebih ketika banyak warga masih bertahan di pengungsian.
“Saya sangat prihatin dan kecewa terhadap tindakan beberapa anggota DPRD Padangpariaman yang melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Sleman. Ini menunjukkan kurangnya sensitivitas terhadap bencana yang terjadi di sejumlah daerah di Sumbar,” ujarnya, Rabu (3/12).
Ia menilai, sikap tersebut tidak patut dicontoh oleh pejabat publik mana pun. Dalam situasi darurat, kata Hary, empati dan kehadiran negara sangat dibutuhkan masyarakat, terutama ketika korban jiwa akibat banjir bandang dan longsor terus bertambah.
Hary berharap pejabat lain yang memiliki agenda perjalanan luar daerah dapat menunda rencana tersebut hingga situasi di lapangan lebih terkendali.
“Mohon kiranya menahan diri sampai persoalan berat yang dirasakan masyarakat ini dapat diatasi. Sikap seperti ini tidak memperlihatkan empati terhadap penderitaan rakyat,” tutupnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Padangpariaman, Aprinaldi, memastikan seluruh anggota DPRD turun dalam penanganan hingga pemulihan kawasan terdampak bencana di Padangpariaman.
“Teman-teman itu turun ke dapil-nya masing-masing bahkan sejak kejadian bencana. Saya bisa pastikan itu,” ujarnya ketika dihubungi, kemarin.
Bahkan, hingga sekarang, anggota DPRD Padangpariaman masih berjibaku di lapangan untuk pemulihan dampak bencana dan memberikan bantuan kepada warga.
“Teman-teman yang pergi kunker itu, mereka juga sudah mengunjungi warga di dapil-nya masing-masing,” sambungnya.
Buktinya, sambung Aprinaldi, tidak seluruh anggota Komisi I dan IV yang pergi kunker ke Sleman, Yogyakarta.
Sebab, beberapa di antaranya masih di lapangan bergotong-royong bersama masyarakat untuk pembenahan daerahnya yang terdampak.
“Teman-teman Komisi I dan IV yang pergi itu, di dapil-nya menang sudah pulih. Mereka juga sudah turun ke lapangan. Sebab kan tidak semua kecamatan kita yang terdampak,” paparnya.
Aprinaldi mengatakan, memang tidak ada konsekuensi bagi Komisi I dan IV DPRD Padangpariaman apabila membatalkan kunker.
“Kalau kita bicara bicara panjang lebar jadi tidak bagus juga kan. Kenapa hanya DPRD Padangpariaman yang disorot. Itu daerah terdampak lain, ada juga yang kunker didiamkan saja,” sambungnya.
Untuk itu, Aprinaldi berharap agar tidak cepat memberikan penilaian negatif, hanya karena memandang dengan kacamata kuda.
“Konstituen rekan-rekan kami itu pasti lebih paham bagaimana perjuangan mereka dalam membantu masyarakat terdampak bencana. Jangan sampai angek pulo tadah daripado galeh,” tukasnya.
Aprinaldi juga mengatakan, bahwa Komisi I dan IV Padangpariaman tersebut memutuskan pulang, lantaran hebohnya pemberitaan tersebut. “Mereka pulang hari ini (kemarin),” tukas Aprinaldi.
Ketua Komisi IV DPRD Padangpariaman, Afredison, beralasan pihaknya tidak bisa membatalkan agenda karena sudah terjadwal. “Tidak enak juga kami karena sudah masuk surat,” katanya.
Dari dokumentasi yang beredar di media mainstream ataupun media sosial, Anggota DPRD di Komisi I yang tampak mengikuti kunker yaitu Yuliasman (PKS), Hasanuddin (PAN), Rudi Hartono Caniago (PKB), Indra Jaya (Nasdem), Edirizal (Gerindra), Zaldi (PPP), dan Erman Sudin (Demokrat).
Sedangkan dari Komisi IV, Anggota DPRD Padangpariaman yang tampak ikut kunker adalah Afredison (PKB), Ali Budiman (PAN), Ali Husein (PAN), Dewiwarman (PPP), dan Suka Damai Zebua (PDIP).
Padang Ekspres sudah berupaya menghubungi Yuliasman sebagai Ketua Komisi I ataupun Afredison yang merupakan Ketua Komisi IV. Namun, keduanya tidak mengangkap telepon. Pesan yang dikirim ke WhatsApp pribadi keduanya juga tidak dibalas. (apg)
Editor : Novitri Selvia