Usulan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Sekdakab Rudy Repenaldi Rilis bersama BPBD dan perangkat daerah di Ruang Rapat Sekda pada Senin, 8 Desember 2025.
Rudy menyampaikan, usulan Huntara mencakup 23 titik di 16 nagari pada sembilan kecamatan.
Data lokasi dan jumlah unit merupakan hasil verifikasi ulang pemerintah daerah bersama pemerintah nagari.
Penetapan lahan Huntara masih dibahas dengan camat dan wali nagari untuk memastikan kesiapan lokasi.
Ia berharap BNPB segera merealisasikan usulan tersebut mengingat kebutuhan hunian sementara sangat mendesak bagi warga terdampak.
Pemerintah daerah menegaskan komitmen mempercepat pemulihan pascabencana, termasuk rumah warga, infrastruktur, serta layanan dasar.
Pemkab Padangpariaman juga memperpanjang Status Tanggap Darurat Bencana mulai 7 hingga 13 Desember 2025 melalui Keputusan Bupati Nomor 375/KEP/BPP/2025.
Perpanjangan dilakukan karena dampak banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem sejak 22–28 November 2025 masih memerlukan penanganan intensif, termasuk pencarian korban hilang dan pemulihan akses transportasi.
Data Pusdalops-PB BPBD per 8 Desember 2025 pukul 22.00 WIB mencatat bencana hidrometeorologi berdampak pada 17 kecamatan dan 98 nagari.
Tercatat 80 titik banjir dengan ketinggian 50–400 sentimeter, 72 titik longsor, dan 37 titik angin kencang.
Total warga terdampak mencapai 34.058 jiwa, dengan 4.847 jiwa mengungsi. Sebanyak 377 jiwa atau 115 KK masih berada di posko pengungsian.
Baca Juga: Kementan RI Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di Kota Padang
Bencana ini menimbulkan tujuh korban meninggal, 11 luka-luka, dan satu orang masih hilang.
Sebanyak 36 jenazah ditemukan hanyut di Sungai Batang Anai, yang diketahui bukan warga Padangpariaman.
Kerugian material ditaksir mencapai Rp967,8 miliar, termasuk kerusakan 4.842 rumah, puluhan fasilitas umum, serta puluhan jembatan, jalan, irigasi, dan lahan pertanian.
Tim gabungan BPBD, Basarnas, TNI, Polri, dinas terkait, pemerintah nagari, dan relawan masih melakukan evakuasi, pendataan, serta menyediakan sembilan dapur umum dan posko pengungsian.
Layanan kesehatan disiagakan untuk mencegah penyakit, sementara pembersihan material longsor dan pembukaan akses jalan terus berlangsung. Pencarian korban hilang juga dilanjutkan di sepanjang aliran sungai.
Pemerintah Kabupaten Padangpariaman mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan melapor melalui layanan BPBD di 0811-6662-114. Pembaruan informasi disampaikan secara berkala sesuai perkembangan situasi.(*)
Editor : Hendra Efison