Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pemkab Padangpariaman Evakuasi Warga Terdampak Banjir Surantih, SD Negeri 19 Jadi Lokasi Pengungsian

Aris Prima Gunawan • Sabtu, 3 Januari 2026 | 18:36 WIB

Bupati JKA didampingi Sekkab Rudy R Rilis, meninjau kondisi SDN 19 Surantih yang akan dijadikan tempat pengungsian warga Surantiah yang terdampak banjir. (Foto: Diskominfo Padangpariama)
Bupati JKA didampingi Sekkab Rudy R Rilis, meninjau kondisi SDN 19 Surantih yang akan dijadikan tempat pengungsian warga Surantiah yang terdampak banjir. (Foto: Diskominfo Padangpariama)
PADEK.JAWAPOS.COM—Pemerintah Kabupaten Padangpariaman merespons cepat banjir yang melanda Korong Surantih, Nagari Lubuakalung, Jumat malam (2/1/2026), dengan mengevakuasi warga terdampak ke lokasi yang lebih aman.

SD Negeri 19 Surantih ditetapkan sebagai tempat pengungsian sementara bagi masyarakat yang rumahnya terendam banjir.

Penanganan dan proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan di bawah koordinasi langsung Bupati Padangpariaman, John Kenedy Azis (JKA), yang turun ke lapangan untuk memastikan keselamatan warga.

Bupati John Kenedy Azis menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Padangpariaman agar segera menyiapkan fasilitas pengungsian serta memenuhi kebutuhan dasar para korban banjir.

“BPBD kita minta segera menyiapkan lokasi pengungsian, memastikan kebutuhan dasar seperti alas tidur, selimut, busa, serta logistik lainnya tersedia dan bisa dimanfaatkan warga,” ujar JKA di lokasi pengungsian, Sabtu (3/1/2026).

Selain logistik, Pemkab Padangpariaman juga menurunkan tim kesehatan dari Dinas Kesehatan ke lokasi pengungsian untuk memberikan pelayanan medis dan memantau kondisi para pengungsi.

Terkait dampak kerusakan, JKA menyebutkan pendataan masih dilakukan oleh petugas di lapangan.

“Untuk kerugian atau kehilangan infrastruktur, saya belum mendapatkan laporan lengkap. Informasi sementara yang saya terima, terdapat dua rumah di Surantih yang dilaporkan hancur atau hanyut,” katanya.

Menurut JKA, SD Negeri 19 Surantih dinilai layak dan aman sebagai tempat pengungsian sementara karena memiliki fasilitas dasar yang memadai.

“Alhamdulillah, lokasi ini cukup aman, bersih, tersedia air dan kamar mandi. Kita manfaatkan sekolah ini sebagai tempat pengungsian sementara. Mudah-mudahan besok warga sudah bisa kembali ke rumah masing-masing,” ujarnya.

Di akhir keterangannya, JKA mengimbau masyarakat Padangpariaman untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca masih berpotensi ekstrem.

“Jika hujan berlangsung lebih dari tiga sampai empat jam, sebaiknya segera mencari tempat yang aman dan menjauhi lokasi rawan banjir,” imbaunya.

Pemkab Padangpariaman menegaskan akan terus siaga dan hadir di tengah masyarakat untuk mempercepat penanganan dampak bencana serta menjamin keselamatan warga.(apg)

Editor : Hendra Efison