Normalisasi Batang Ulakan dipastikan akan dilaksanakan tahun ini sebagai solusi penanganan jangka menengah untuk mengurangi risiko banjir.
Pemerintah daerah menetapkan normalisasi Batang Ulakan sebagai salah satu program prioritas setelah kawasan tersebut kembali terendam banjir akibat meluapnya sungai sejak November 2025 hingga awal Januari 2026.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Pemkab Padangpariaman dalam memperkuat upaya mitigasi bencana di wilayah rawan banjir.
Bupati Padangpariaman, John Kenedy Azis, menegaskan bahwa normalisasi sungai merupakan tindakan konkret pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat, khususnya warga Nagari Kampuang Galapuang Ulakan, Kecamatan Ulakan Tapakis, yang selama ini terdampak luapan sungai saat curah hujan tinggi.
Selain normalisasi sungai, pemerintah daerah juga akan kembali menggelar gotong royong akbar bersama masyarakat. Kegiatan tersebut akan difokuskan pada pembersihan Batang Ulakan, termasuk penebangan pohon-pohon yang menutup alur sungai sebagai langkah pencegahan agar aliran air tetap lancar.
Bupati menilai, kegiatan gotong royong serupa yang dilaksanakan pada April lalu terbukti memberikan dampak positif, terutama dalam membuka kembali muara sungai yang sebelumnya tertutup endapan pasir. “Kegiatan tersebut cukup efektif dalam memperbaiki aliran air,” ujarnya, kemarin.
Tidak hanya itu, Pemkab Padangpariaman juga merencanakan pembangunan serta peninggian groundsill di muara Batang Ulakan. Upaya ini bertujuan mengendalikan aliran air sekaligus mencegah penumpukan pasir di muara yang berpotensi memperparah banjir, khususnya pada musim hujan.
Seluruh rangkaian penanganan banjir ini melibatkan partisipasi aktif masyarakat melalui gotong royong, dengan fokus pada pembukaan muara sungai dan pembersihan jalur aliran air. Pemerintah daerah berharap sinergi antara masyarakat, instansi terkait, dan seluruh pemangku kepentingan dapat memastikan langkah-langkah penanganan berjalan optimal.
Dengan berbagai upaya tersebut, Pemkab Padangpariaman menargetkan potensi banjir di wilayah Nagari Kampuang Galapuang Ulakan dapat ditekan secara signifikan, sehingga keamanan lingkungan terjaga dan aktivitas masyarakat dapat kembali berlangsung normal dan berkelanjutan. (apg)
Editor : Adetio Purtama