Kerusakan parah terlihat pada bagian oprit, struktur bawah, hingga lantai jembatan. Kondisi ini diperparah setelah jembatan diterjang banjir sebanyak dua kali pada November 2024 dan November 2025.
Saat ini, jembatan hanya dapat dilalui kendaraan roda dua. Itu pun dengan risiko tinggi karena posisi jembatan yang miring dan struktur yang tidak stabil, sementara kendaraan roda empat sama sekali tidak bisa melintas.
Sejumlah pejabat terkait telah beberapa kali turun meninjau lokasi, baik usai banjir pertama maupun dalam kunjungan terakhir. Namun, upaya pengajuan perbaikan yang dilakukan pemerintah nagari kepada pemerintah kabupaten selama bertahun-tahun belum membuahkan hasil nyata.
Jembatan Sawah Rawang selama ini menjadi akses vital warga dalam menjalankan aktivitas harian dan menunjang roda perekonomian masyarakat. Akibat tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, warga kini harus menggunakan jalur alternatif melalui Jembatan Campago atau Jembatan Rajang yang merupakan jembatan gantung.
Sekretaris Nagari Campago Barat, Femi Guspagdi, menegaskan pihak nagari telah mengajukan usulan perbaikan ke pemerintah Kabupaten Padangpariaman. ”Pengusulan perbaikan Jembatan Sawah Rawang sudah kami sampaikan ke pihak terkait di kabupaten,” ujar Femi, kemarin.
Ia berharap hasil survei dari instansi teknis segera ditindaklanjuti. ”Kami menunggu hasil survei dari PUPR dan BPBD agar segera ada perbaikan, sehingga jembatan ini kembali aman dan bisa digunakan masyarakat,” katanya. (*)
Editor : Eri Mardinal