Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pria yang Hilang saat Menjaring Ikan di Muaro Sunua Ditemukan Tewas

Randi Zulfahli • Rabu, 21 Januari 2026 | 17:26 WIB

Pria menjaring ikan di Muaro Sunua, Padangpariaman ditemukan meninggal dunia oleh Tim SAR gabungan, Rabu (21/1/2026).
Pria menjaring ikan di Muaro Sunua, Padangpariaman ditemukan meninggal dunia oleh Tim SAR gabungan, Rabu (21/1/2026).
PADEK.JAWAPOS.COM—Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan Dedy Fernando (44), seorang nelayan yang dilaporkan hilang saat sedang menjaring ikan di kawasan Muaro Sunua, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Rabu sore (21/1/2026).

Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Kantor SAR Kelas A Padang, Hendri, menyampaikan bahwa penemuan jasad korban terjadi pada pukul 15.52 WIB.

Lokasi penemuan berada di koordinat 0° 40'31.72"S - 100°9'31.75"E, atau hanya berjarak sekitar 100 meter dari lokasi awal korban dilaporkan hilang (Last Known Position/LKP).

“Korban atas nama Dedy Fernando ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dengan menggunakan metode penyisiran sejajar (Parallel Sweep Search). Setelah berhasil ditemukan, tim langsung mengevakuasi korban ke RSUD Kota Pariaman,” ujar Hendri dalam keterangan tertulisnya, Rabu sore.

Peristiwa tragis ini bermula pada Selasa (20/1/2026). Berdasarkan data yang dihimpun, Dedy diketahui berangkat dari rumahnya di Sunur Barat, Kecamatan Nansabaris, untuk menjaring ikan di Muaro Sunua sekitar pukul 03.00 WIB.

Saksi mata dari warga setempat melaporkan masih melihat aktivitas korban pada pukul 07.00 WIB. Namun, beberapa saat kemudian, sosok Dedy tidak lagi terlihat.

Di lokasi kejadian, warga hanya menemukan sepeda motor dan pakaian (celana) milik korban yang ditinggalkan di daratan. Meski sempat dilakukan pencarian swadaya oleh masyarakat, hasilnya belum membuahkan hasil hingga laporan diteruskan ke pihak berwenang melalui Harry dari Pramuka Saka SAR pada pukul 15.07 WIB.

Operasi SAR pada hari kedua, Rabu (21/1/2025), dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Kantor SAR Kelas A Padang mengerahkan kekuatan penuh dengan membagi tim menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU). Area pencarian mencakup luasan sekitar 2,5 km² ke arah hilir sungai.

Tim dibekali dengan berbagai peralatan canggih seperti Landing Craft Rubber (LCR), Aqua Eye untuk pendeteksian bawah air, serta Drone Thermal. Namun, petugas di lapangan menghadapi kendala teknis berupa meningkatnya debit air sungai yang menyulitkan pergerakan.

Adapun unsur yang terlibat dalam operasi gabungan ini terdiri dari Basarnas, Polairud, BPBD Kota Pariaman, BPBD Kabupaten Padangpariaman, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Bapeda, serta relawan dari Gorila dan RAPI.

Setelah korban berhasil ditemukan dan dievakuasi, tim gabungan melakukan debriefing pada pukul 16.15 WIB. Dengan ditemukannya korban, pihak Kantor SAR Kelas A Padang mengusulkan penutupan operasi SAR.

Seluruh unsur yang terlibat telah dikembalikan ke kesatuan masing-masing dengan apresiasi atas kerja sama yang solid dalam misi kemanusiaan ini. (cc1)

Editor : Adetio Purtama
#hilang #tewas #pria #menjaring ikan #Muaro Sunua