Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Diduga Marak Begal, Jalur Simpang Gudang–Sungailimau Rawan untuk Truk Barang

Aris Prima Gunawan • Rabu, 4 Februari 2026 | 13:20 WIB

Ilustrasi
Ilustrasi

PADEK.JAWAPOS.COM-Jalan Lintas Simpang Gudang, Nagari Manggopoh, Kecamatan Lubukbasung hingga Sungailimau diduga tak lagi aman bagi sopir pengangkut barang berharga.

Pasalnya, diduga ada aksi begal yang berjalan lancar di sana. Sampai-sampai, terduga begal bisa menghentikan dan membongkar muatan truk pengangkut inti sawit.

Salah satu yang menjadi korban dugaan pembegalan tersebut yaitu Mhd. Junaidi Lubis, 46. Truknya diduga dibegal pada Senin (26/1) sekitar pukul 04.00, di Jalan Air Manis, Nagari Kuranjihilir, Kecamatan Sungailimau.

“Saya baru dapat kabar truk saya dibegal pada Selasa sore (27/1) sekitar pukul 15.00,” ujar Junaidi, Selasa (3/2).

Mendapat kabar itu dari sopirnya, ia pun langsung menuju tempat kejadian. Di sana, Junaidi mendokumentasikan kondisi truk dan muatan di dalamnya.

“Jadi, waktu pembegalan itu, sopir saya disekap dengan cara dilakban. Jumlah pelaku sebanyak 6 orang. Semuanya pria dewasa,” ungkapnya.

Katanya, inti sawit yang berhasil dibongkar para terduga pembegal sekitar 10 ton dari dalam truknya yang berisikan sebanyak 20,8 ton inti sawit.

Kehilangan sekitar 10 ton inti sawit, tentu membuatnya mengalami kerugian yang sangat besar. “Sekarang harga per kilogram (kg) Rp 11.600. Jadi, kerugian lebih dari Rp 100 juta,” tambah Junaidi.

Dari hasil penelusurannya, terduga otak pembegalan itu berinisial RZ alias AN. Tindakan terduga yang berusia separuh baya itu sudah tidak asing di kalangan sopir truk.

“Pokoknya dari Simpang Gudang sampai jelang Pasar Sungailimau itu tidak aman bagi kami pelaku usaha,” tegasnya.

Menurutnya, kejahatan jalanan itu mesti menjadi atensi kepolisian. Sebab, truk berukuran besar saja berani dihentikan oleh para pelaku.

Jadi, tidak tertutup kemungkinan kejadian itu bisa merembet pada kendaraan pengangkut barang berharga lainnya.

“Sekarang yang kami butuhkan bagaimana jalan ini aman dari kejahatan begal ini. Dari laporan sopir saya, mereka beraksi menggunakan sajam (senjata tajam). Tentunya ini tidak main-main. Sampai kapan jalanan dibiarkan begini,” tegasnya lagi.

Junaidi juga mengatakan bahwa insiden yang dialaminya itu, sudah dilaporkannya ke Polres Pariaman pada Selasa (27/1) sekitar pukul 19.00.

“Sampai sekarang belum ada informasi tindak lanjut dari laporan saya. Artinya, pelaku masih berkeliaran di luar sana. Ini tentu ancaman serius bagi sopir kami,” ucapnya.

Mengingat kejahatan itu berlangsung di Jalan Lintas Sumatera, Junaidi juga berharap agar Polda Sumatera Barat turun tangan dalam menciptakan keamanan di wilayah hukumnya ini.

“Saya memberanikan diri mengungkap ini ke media, agar jajaran kepolisian hingga tingkat Polda Sumbar memperhatikan. Sebab ini berlangsung sudah lama, tapi banyak teman-teman dengan usaha serupa tidak berani melaporkannya,” tukas Junaidi.

Dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Pariaman Iptu Rio Ramadhani membenarkan adanya laporan dugaan tindak pembegalan truk bermuatan inti sawit tersebut.

“Kasus ini masih dalam pengembangan kami, karena terduga pelaku melarikan diri ke luar daerah,” ujarnya.

Hasil penyelidikan pihaknya, terduga pelaku yang melarikan diri ke luar daerah tersebut berinisial RZ.

“Terduga adalah pria dewasa. Dari laporan korban ada 6 pelaku. Namun baru satu yang teridentifikasi, yakni terduga RZ,” ujarnya.

Dugaan Keterlibatan Sopir

Kasus dugaan pembegalan truk bermuatan inti sawit, berujung pada indikasi adanya dugaan permainan sopir truk.

Baik pelapor atau pemilik truk maupun pihak kepolisian tidak memungkiri dugaan ini. Namun, pemilik truk yakin sopirnya tak melakukan itu.

“Memang kejadian serupa yang dialami pemilik truk lain, ada dugaannya permainan sopir dalam kasus ini. Tapi sejauh ini itu tidak dapat dibuktikan. Saya yakin sopir saya korban dalam hal ini. Saya tidak curiga sedikitpun dengan beliau,” jelas Junaidi.

Namun, dari penyelidikan pihak kepolisian, ada dugaan keterlibatan sopir truk. Pasalnya, pengakuan sopir dan pelapor, berbanding terbalik dari informasi yang diperoleh petugas di masyarakat.

“Kalau kata pelapor, sopirnya ini disekap. Diikat pakai lakban,” ucap Iptu Rio Ramadhani.

Namun, kesaksian sopir itu berbanding terbalik dari keterangan masyarakat sekitar.

“Masyarakat yang kami minta kesaksiannya menjelaskan bahwa siang di hari kejadian, sopir truk itu terlihat makan di salah satu warung dekat lokasi kejadian. Bahkan sempat istirahat di sana,” ungkap Rio.

Bahkan, sambungnya, masyarakat juga sering melihat si sopir singgah di lokasi tersebut.

“Kendati demikian, kami tidak dapat menahan sopir truk tersebut, lantaran tidak ada bukti yang dapat memberatkannya,” imbuh Rio.

Ia juga menjelaskan bahwa lokasi (TKP) dugaan penahanan dan pembongkaran muatan truk berada tidak terlalu jauh dari Jalan Raya Sungailimau.

“Lokasinya sedikit ke pantai. Namun tidak jauh juga dari pemukiman penduduk. Ini yang membuat kami banyak tanda-tanya sekarang,” tegas Rio.

Kendati begitu, fokus pihaknya saat ini tetap pada terduga RZ yang sudah terindikasi keberadaannya. Menurutnya, terduga menjadi kunci kasus untuk membuka secara terang benderang kasus tersebut.

Baca Juga: Jeffrey Hendrik Ditunjuk sebagai Pjs Dirut BEI, IHSG Langsung Rebound

“Kalau terduga RZ ini sudah tertangkap, semua dugaan pasti terbuka dengan jelas,” tukas Kasat Reskrim. (apg)

Editor : Novitri Selvia
#Sungailimau #Simpang Gudang-Tiku #begal #Nagari Manggopoh