Program bertema Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatra ini dilepas di Fakultas Ilmu Pendidikan UNP sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat.
Program Mahasiswa Berdampak 2026 didanai oleh Kementerian Riset, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.
Pendanaan tersebut ditujukan untuk mendukung pelaksanaan pengabdian masyarakat berbasis mahasiswa yang terintegrasi dengan pembelajaran di perguruan tinggi.
Mahasiswa peserta berasal dari berbagai program studi lintas disiplin.
Bidang keilmuan yang terlibat meliputi Pendidikan Nonformal, Pendidikan Fisika, Kepelatihan Keolahragaan, Psikologi, Ilmu Agama Islam, Bisnis Digital, serta Penginderaan Jarak Jauh.
Dilepas Resmi UNP dan Dibimbing Tim Dosen
Kegiatan pelepasan dibuka oleh Kepala Departemen Pendidikan Nonformal UNP, Prof. Dr. Ismaniar, M.Pd.
Ia menyampaikan apresiasi atas keterlibatan mahasiswa dalam program tersebut.
“Program Mahasiswa Berdampak tidak hanya menjadi sarana pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga pembentukan karakter, kepemimpinan sosial, dan penguatan kompetensi mahasiswa,” ujar Ismaniar.
Mahasiswa dibimbing langsung oleh Ketua Tim Dosen Program Mahasiswa Berdampak, Muhamad Fahrur Rozi, M.Pd.
Ia menjelaskan bahwa program dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat Nagari Pasie Laweh.
“Kegiatan ini berbasis kebutuhan nyata masyarakat di wilayah rawan bencana hidrometeorologi, khususnya banjir bandang dan longsor,” kata Fahrur Rozi.
Tiba di Lokasi dan Mulai Kegiatan Lapangan
Setelah pelepasan, mahasiswa diberangkatkan menuju lokasi pengabdian.
Rombongan tiba di Nagari Pasie Laweh pada pukul 11.30 WIB dan diterima secara resmi oleh Wali Nagari beserta perangkat nagari.
Dalam sambutannya, Wali Nagari menyampaikan harapan agar kehadiran mahasiswa dapat mendukung peningkatan kesiapsiagaan masyarakat.
Ia juga berharap program ini memperkuat peran Karang Taruna dan PKK dalam pemulihan sosial pascabencana.
Sebagai rangkaian awal, mahasiswa bersama masyarakat melaksanakan gotong royong dan penataan posko kegiatan.
Kegiatan tersebut menandai dimulainya kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah nagari, dan masyarakat dalam penguatan ketangguhan komunitas.(*)
Editor : Hendra Efison