Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Remaja 18 Tahun Terseret Ombak di Pantai Sunua Padangpariaman Ditemukan Tewas Mengembang

Randi Zulfahli • Senin, 1 Juni 2026 | 10:11 WIB
Remaja 18 tahun, Muhamad Sultan Khalis Gani, yang terseret ombak di Pantai Sunua, Kabupaten Padangpariaman, ditemukan tewas mengembang, Senin (1/6/2026). (Kantor SAR Kelas A Padang)
Remaja 18 tahun, Muhamad Sultan Khalis Gani, yang terseret ombak di Pantai Sunua, Kabupaten Padangpariaman, ditemukan tewas mengembang, Senin (1/6/2026). (Kantor SAR Kelas A Padang)

PADEK.JAWAPOS.COM–Seorang remaja berusia 18 tahun bernama Muhamad Sultan Khalis Gani, warga Korong Taluak Nibung, Nagari Sunua Barat, Kabupaten Padangpariaman, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan terseret gelombang laut di kawasan Pantai Sunua, Sumatera Barat, Minggu sore (31/5/2026).

Kepala Seksi Operasi (Kasiops) Kantor SAR Kelas A Padang, Hendri, mengungkapkan bahwa pihaknya menerima laporan awal kejadian pada pukul 19.16 WIB melalui informasi dari seorang warga bernama Depri. 

Peristiwa nahas itu bermula sekitar pukul 18.15 WIB, ketika Khalis bersama sejumlah rekannya tengah bermain dan mandi di tepi pantai. Tanpa diduga, dua orang di antara mereka yakni Rezki dan Khalis terseret ombak secara bersamaan. Rezki berhasil diselamatkan oleh warga yang berada di sekitar lokasi, sementara Khalis tidak berhasil ditemukan hingga laporan pertama diterima.

Baca Juga: Cuaca Sumbar Hari Ini 1 Juni 2026 Didominasi Cerah Berawan, Suhu Terendah 18 Derajat Celsius

Lokasi kejadian berada di koordinat 0°40'23,599"S - 100°9'22,844"E, yang berjarak sekitar 26 kilometer dari Kantor SAR Kelas A Padang dengan arah 308 derajat atau Barat Laut, dan dapat ditempuh melalui jalur darat dalam waktu kurang lebih 43 menit.

Merespons laporan tersebut, Tim SAR gabungan langsung menggelar operasi pencarian dan pertolongan, Senin pagi (1/6/2026). Area pencarian ditetapkan seluas kurang lebih 4 mil laut (NM) dan dibagi ke dalam tiga unit Search and Rescue Unit (SRU).

SRU 1 bertugas melakukan penyisiran di sekitar Last Known Position (LKP) pada koordinat 0°40'23.599"S - 100°9'22.844"T menuju arah utara menggunakan kapal LCR hingga koordinat 0°39'2.06"S - 100°7'54.69"T. SRU 2 melakukan penyisiran sepanjang 4 NM dari titik LKP menuju titik B di koordinat 0°41'53.03"S - 100°10'44.65"T, juga menggunakan LCR. Sementara SRU 3 difokuskan pada skoting di sepanjang garis pantai.

Baca Juga: Idul Adha di Gunung Sago, Posko Baruh Bukik Perkuat Silaturahmi Pendaki dan Bahas Keselamatan Jalur

Operasi pencarian itu melibatkan total sekitar 152 personel gabungan, terdiri atas 7 personel Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Padang, 2 personel TNI, 4 personel Polri, 17 personel BPBD Kota Pariaman, 11 personel BPBD Kabupaten Padangpariaman, 5 personel PMI, 6 personel Gorila Rescue, serta sekitar 100 orang dari unsur masyarakat. 

Sejumlah alat utama dan perlengkapan SAR turut dikerahkan, meliputi Rescue Car Hilux, LCR, perlengkapan air, evakuasi, medis, dan komunikasi.

Setelah semalaman dilakukan pencarian, Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan korban pada Senin pagi pukul 08.15 WIB. Hendri menyatakan bahwa korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di koordinat 00°40'31.36"S - 100°09'19.36"E.

Baca Juga: SMPN 9 Pariaman Direvitalisasi Rp3,7 Miliar, 9 Kelas dan Laboratorium Diperbarui untuk Tahun Ajaran Baru

"Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada pukul 08.15 WIB di koordinat 00°40'31.36"S - 100°09'19.36"E, sekitar 201 meter dari Last Known Position awal. Korban ditemukan dalam kondisi mengembang oleh unsur SAR gabungan menggunakan metode penyisiran dengan LCR, dan selanjutnya langsung dievakuasi ke rumah duka," ujar Hendri, Senin (1/6/2026).

Titik penemuan korban berada sekitar 201 meter dari LKP awal, dengan kondisi tubuh yang sudah mengembang. Setelah proses evakuasi selesai, seluruh tim melaksanakan debriefing bersama pada pukul 09.00 WIB sebelum kembali ke satuan masing-masing. 

Operasi SAR pun resmi ditutup setelah korban berhasil dievakuasi ke rumah duka. Cuaca pada saat pelaksanaan operasi dilaporkan dalam kondisi berawan.

Baca Juga: PLN Pasok Listrik 865 kVA untuk Flyover Sitinjau Lauik, Percepat Pembangunan Infrastruktur Strategis di Sumbar

Peristiwa ini kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama pada kondisi gelombang yang tidak menentu. (cc1)

Editor : Adetio Purtama
#pantai sunua #tewas #padangpariaman #terseret ombak #remaja