Kebakaran Landa Ponpes Bustanul Yaqin di Lubuk Alung, Ruang Kelas Hangus dan Kerugian Tembus Rp600 Juta

Randi Zulfahli • Dipublikasikan Kamis, 23 Juli 2026 | 18:33 WIB
Puing-puing sisa kebakaran yang menghanguskan ruang kelas Pondok Pesantren Bustanul Yaqin di Lubuk Alung, Kamis (23/7/2026). (Damkar Padangpariaman)
Puing-puing sisa kebakaran yang menghanguskan ruang kelas Pondok Pesantren Bustanul Yaqin di Lubuk Alung, Kamis (23/7/2026). (Damkar Padangpariaman)

PADEK.JAWAPOS.COM–Kebakaran melanda kompleks Pondok Pesantren Bustanul Yaqin di Korong Kampuang Tangah, Nagari Punggung Kasiak, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padangpariaman, Kamis (23/7/2026).

Peristiwa tersebut menghanguskan ruang kelas, menyebabkan kerugian materiil sekitar Rp600 juta, serta mengakibatkan satu personel pemadam kebakaran mengalami kecelakaan kerja saat proses pemadaman.

Komandan Regu Wilayah I Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Padangpariaman, Satria Buana Putra, mengatakan laporan kebakaran diterima pada pukul 13.04 WIB. Satu menit kemudian, petugas langsung bergerak menuju lokasi dan tiba pada pukul 13.15 WIB.

"Begitu laporan masuk pukul 13.04 WIB, unit kami langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 13.05 WIB dan tiba di titik kejadian pada pukul 13.15 WIB," ujar Satria.

Ia menjelaskan proses pemadaman berlangsung lebih dari dua jam hingga api berhasil dikendalikan pada pukul 15.30 WIB.

"Proses penanganan dan pemadaman api baru bisa kami selesaikan pada pukul 15.30 WIB," katanya.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kebakaran bermula ketika seorang santri melihat kepulan asap yang kemudian disusul munculnya api. Kobaran api dengan cepat membesar hingga membakar bangunan ruang kelas di lingkungan pondok pesantren.

Pengelola Pondok Pesantren Bustanul Yaqin segera menghubungi petugas pemadam kebakaran setelah mengetahui kejadian tersebut. Menurut Satria, kecepatan laporan membantu petugas mempercepat proses penanganan di lokasi.

"Pengelola pondok pesantren sigap menghubungi kami begitu api mulai membesar, sehingga penanganan bisa segera kami lakukan," ujarnya.

Penyebab Masih Diselidiki, Satu Personel Damkar Alami Kecelakaan Kerja

Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan oleh pihak berwenang. Damkar belum dapat memastikan sumber api sebelum proses investigasi selesai.

"Untuk penyebab kebakaran, saat ini masih dalam penyelidikan. Kami belum bisa memastikan sumber api sebelum proses investigasi rampung," kata Satria.

Akibat kebakaran tersebut, bangunan ruang kelas yang digunakan untuk kegiatan belajar mengajar santri mengalami kerusakan dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp600 juta.

Pondok Pesantren Bustanul Yaqin berada di bawah naungan yayasan yang dipimpin Dr. H. Rahmat TK. Sulaiman, yang juga tercatat sebagai pemilik sekaligus penanggung jawab lembaga pendidikan tersebut.

Dalam proses pemadaman, Damkar Kabupaten Padang Pariaman mengerahkan empat armada bernomor 04, 05, 07, dan 08, serta mendapat bantuan armada dari Kota Pariaman untuk mencegah api meluas ke bangunan lain.

"Kami turunkan empat armada dari Kabupaten Padang Pariaman, ditambah bantuan dari Kota Pariaman, agar api bisa segera dikendalikan dan tidak meluas ke bangunan lain," ujar Satria.

Operasi pemadaman melibatkan Regu B Posko Limpato, Regu B Lubuk Alung, Regu B Sungai Limau, personel Engki Turnando, tim Damkar Kota Pariaman, serta didampingi Kepala Seksi Inspeksi Darlisman dan Kepala Seksi Pencegahan Andriadi.

Di tengah proses pemadaman, satu personel Damkar bernama Riski Yasri dilaporkan mengalami kecelakaan kerja.

"Satu personel kami, Riski Yasri, mengalami kecelakaan kerja pada saat penanganan berlangsung. Kami tetap mengutamakan keselamatan personel di lapangan meski situasi saat itu cukup menantang," kata Satria.

Ia juga mengimbau pengelola fasilitas pendidikan agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran dengan memperhatikan kondisi instalasi dan risiko yang ada di lingkungan masing-masing.(*)

Editor : Hendra Efison
kebakaran Pondok Pesantren Bustanul Yaqin Damkar Padang Pariaman kebakaran Padang Pariaman Pondok Pesantren Bustanul Yaqin Lubuk Alung