PADEK.JAWAPOS.COM–Polres Padangpariaman masih menyelidiki penyebab kebakaran yang menghanguskan sebuah rumah di Korong Kelok Licin, Nagari Sungai Buluah Utara, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padangpariaman, Jumat (24/7/2026) dini hari.
Peristiwa tersebut menewaskan pasangan suami istri berinisial N (70) dan D (50), sementara penyebab pasti kematian keduanya masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik.
Kebakaran tidak hanya meludeskan bangunan beserta isinya, tetapi juga menimbulkan dugaan yang masih didalami penyidik terkait penyebab kematian kedua korban.
Kasat Reskrim Polres Padangpariaman, AKP Nedra Wati, mengatakan proses penyelidikan masih berlangsung dan autopsi dilakukan atas permintaan keluarga korban.
"Permintaan keluarga korban untuk diautopsi, untuk mencari penyebab kematian. Jadi sekarang masih menunggu proses autopsi," ujar AKP Nedra Wati, Sabtu (25/7/2026).
Menurutnya, kepolisian belum dapat menyimpulkan penyebab kematian sebelum menerima hasil resmi autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara Padang.
"Masih dalam proses. Kami masih menunggu informasi. Masih menunggu hasil autopsi dari pihak RS Bhayangkara Padang," katanya.
Tim Labfor Lakukan Olah TKP
Selain menunggu hasil autopsi, Polres Padangpariaman juga mendatangkan Tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Pemeriksaan forensik di lokasi bertujuan mengumpulkan bukti ilmiah guna mengungkap penyebab kebakaran sekaligus membantu penyidik memastikan penyebab kematian kedua korban.
Tim Labfor masih melakukan analisis terhadap berbagai temuan di lokasi sebelum menyerahkan hasil pemeriksaan kepada penyidik.
Autopsi Selesai, Sampel Diuji di Laboratorium Toksikologi
Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Padang, Kompol Harry Andromeda, menyampaikan bahwa proses autopsi terhadap kedua jenazah telah selesai dilakukan pada Jumat malam.
Namun, menurutnya, penyebab kematian belum dapat dipastikan karena masih diperlukan pemeriksaan lanjutan terhadap sampel yang diambil selama autopsi.
"Yang jelas autopsi sudah selesai dilakukan. Itu butuh waktu biasanya, tapi untuk autopsinya sudah selesai," kata Harry Andromeda.
Ia menjelaskan, sejumlah cairan tubuh korban akan diperiksa di laboratorium toksikologi untuk mendukung proses identifikasi penyebab kematian.
"Diperiksa di lab, laboratorium toksikologi namanya, untuk pemeriksaan," ujarnya.
Harry menegaskan hasil pemeriksaan tidak akan diumumkan sebelum seluruh proses analisis selesai dilakukan demi menjaga akurasi data yang dibutuhkan dalam penyidikan.
"Kami belum tahu, dan kami tidak buru-buru juga, karena keasliannya bersifat untuk penyidikan. Jadi pelan-pelan tapi pasti dan tidak buru-buru," pungkasnya.
Hingga Sabtu (25/7/2026), kepolisian belum menyimpulkan penyebab kebakaran maupun penyebab pasti meninggalnya pasangan suami istri tersebut.
Penyidik masih menunggu hasil autopsi serta analisis laboratorium forensik sebagai dasar penentuan langkah penyidikan selanjutnya.(*)
Editor : Hendra Efison