PADEK.JAWAPOS.COM – Tim gabungan pencarian dan pertolongan menemukan Jamalis Putra (61), pria lanjut usia yang dilaporkan hanyut saat memancing di Sungai Batang Mangur, Kabupaten Padangpariaman, dalam kondisi meninggal dunia, Selasa (28/7/2026). Korban ditemukan sekitar 15 meter dari titik kejadian setelah operasi pencarian yang dipimpin Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang.
Kepala Seksi Operasi (Kasi Ops) Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Hendri, mengatakan informasi awal diterima dari petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Padangpariaman, Yogi, pada pukul 08.02 WIB.
"Kami menerima laporan dari BPBD Padangpariaman bahwa ada satu orang diduga hanyut di Sungai Batang Mangur saat sedang memancing. Begitu informasi diterima, tim langsung kami siapkan untuk berangkat ke lokasi," ujar Hendri.
Korban diketahui merupakan warga Talogondan, Kabupaten Padangpariaman. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, peristiwa bermula pada Senin (27/7/2026) sekitar pukul 16.00 WIB ketika korban memancing di Sungai Batang Mangur.
Korban diduga terjatuh ke sungai dan terseret arus. Hingga malam hari, korban belum ditemukan sehingga kejadian tersebut dilaporkan kepada pihak berwenang pada keesokan harinya.
Lokasi kejadian atau Last Known Position (LKP) berada pada koordinat 0°38'45.47" LS - 100°10'10.06" BT. Jarak garis lurus dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang menuju lokasi sekitar 24,81 kilometer, sedangkan jarak tempuh melalui jalur darat mencapai 30,7 kilometer dengan estimasi perjalanan sekitar satu jam.
Korban Ditemukan Kurang dari Satu Jam Setelah Penyisiran
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang memberangkatkan delapan personel rescuer menuju lokasi pada pukul 08.20 WIB.
Tim tiba di lokasi pukul 09.05 WIB, kemudian berkoordinasi dengan seluruh unsur yang telah berada di lapangan sebelum melakukan penyisiran di sekitar titik kejadian.
Upaya pencarian membuahkan hasil pada pukul 09.58 WIB. Jamalis Putra ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di koordinat 0°38'45.56" LS - 100°10'10.09" BT atau sekitar 15 meter dari tempat kejadian.
Jenazah korban kemudian dievakuasi menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Operasi pencarian resmi ditutup setelah debriefing pada pukul 11.30 WIB. Seluruh unsur yang terlibat selanjutnya kembali ke satuan masing-masing.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur yang telah bahu-membahu dalam operasi ini, mulai dari BPBD, kepolisian, hingga masyarakat nagari setempat. Berkat kerja sama yang solid, korban dapat ditemukan dalam waktu relatif cepat," kata Hendri.
Puluhan Personel Terlibat dalam Operasi SAR
Dalam operasi tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang mengerahkan satu unit rescue truck, Landing Craft Rubber (LCR) beserta mesin tempel, peralatan SAR air, peralatan SAR medis, dan peralatan komunikasi.
Selain delapan personel Kantor SAR Padang, operasi juga melibatkan 13 personel BPBD Kota Pariaman, 15 personel BPBD Kabupaten Padangpariaman, 10 personel Polsek Pauh Kamba, empat personel Kesatuan Polisi Perairan dan Udara (Airud) Kota Pariaman, serta 25 warga dari nagari setempat.
Selama proses pencarian berlangsung, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah dengan kecepatan angin sekitar 4 knot. Tim gabungan tidak menemukan kendala yang menghambat jalannya operasi hingga korban berhasil ditemukan.(*)
Editor : Hendra Efison