Padangpariaman Buka Peluang Kolaborasi Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi di IISMEX 2026

Heri Sugiarto • Dipublikasikan Kamis, 13 Agustus 2026 | 00:20 WIB
Bupati Padangpariaman John Kenedy Azis menghadiri IISMEX 2026 Waste-to-Energy Forum and Expo di Jakarta.(Foto: Diskominfo)
Bupati Padangpariaman John Kenedy Azis menghadiri IISMEX 2026 Waste-to-Energy Forum and Expo di Jakarta.(Foto: Diskominfo)

PADEK.JAWAPOS.COM—Bupati Padangpariaman John Kenedy Azis (JKA) menghadiri Indonesia International Smart City Expo and Forum (IISMEX) 2026 – Waste-to-Energy Forum and Expo di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Forum yang berlangsung pada 11–13 Agustus 2026 tersebut mengusung tema “Enhancing National Efforts Through Regional Governance and Yield Innovation”.

Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan pemerintah daerah, pemerintah pusat, pelaku usaha, penyedia teknologi, akademisi, dan pemangku kepentingan untuk membahas pengelolaan sampah berbasis teknologi dan inovasi.

Bupati JKA hadir didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DLHPKPP) Andri Satria serta Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) M. Fahly.

Keikutsertaan Padangpariaman dalam forum tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat tata kelola lingkungan sekaligus menjajaki peluang kolaborasi dalam pengelolaan sampah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Di sela kegiatan, JKA berdiskusi dengan Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri, Safrizal Zakaria Ali,  serta sejumlah kepala daerah lainnya.

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menangani persoalan persampahan yang membutuhkan pendekatan terpadu.

JKA Dorong Perubahan Pengelolaan Sampah

JKA menilai pengelolaan sampah tidak dapat dilakukan secara parsial. Penanganannya membutuhkan kolaborasi lintas sektor, mulai dari kebijakan, pembiayaan, infrastruktur, teknologi hingga peningkatan partisipasi masyarakat.

“Persoalan sampah membutuhkan kolaborasi semua pihak agar dapat dikelola secara terpadu dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar JKA.

Menurutnya, paradigma pengelolaan sampah perlu bergeser dari pola “kumpul, angkut, buang” menuju sistem yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Pengurangan sampah dari sumber, pemilahan, penggunaan kembali, daur ulang hingga pemanfaatan sampah yang tidak dapat didaur ulang menjadi energi dinilai menjadi bagian penting dalam membangun sistem persampahan yang berkelanjutan.

Salah satu konsep yang menjadi perhatian dalam forum tersebut adalah Waste-to-Energy (WTE) atau pemanfaatan sampah menjadi energi.

Konsep ini menjadi salah satu alternatif yang dibahas untuk mengurangi beban tempat pemrosesan akhir sekaligus memberikan nilai tambah terhadap sampah yang memiliki potensi energi.

Selain WTE, forum juga membahas sejumlah isu strategis, antara lain penguatan tata kelola persampahan, pengurangan sampah dari sumber, penerapan teknologi, ekonomi sirkular, pembangunan infrastruktur, skema pembiayaan, kerja sama dengan dunia usaha, serta pemanfaatan data digital untuk meningkatkan efisiensi pengelolaan sampah.

Padangpariaman Siapkan Tindak Lanjut

JKA menilai berbagai inovasi yang dipaparkan dalam IISMEX 2026 dapat menjadi referensi bagi pemerintah daerah dalam mengembangkan sistem pengelolaan sampah sesuai karakteristik dan kebutuhan Padangpariaman.

Ia menegaskan pentingnya membuka ruang kerja sama yang lebih luas dengan pemerintah pusat, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, dan masyarakat.

“Kita perlu terus membuka ruang kerja sama untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, efisien, dan berkelanjutan,” katanya.

Menurut JKA, keikutsertaan Padangpariaman dalam IISMEX 2026 tidak boleh berhenti pada pertukaran informasi.

Berbagai gagasan dan inovasi yang diperoleh dari forum tersebut perlu ditindaklanjuti melalui langkah konkret di daerah.

Sejumlah aspek yang dinilai perlu diperkuat meliputi tata kelola persampahan, kapasitas sumber daya manusia, sarana dan prasarana, pemilahan sampah dari sumber, pemanfaatan teknologi, serta penjajakan skema pembiayaan dan kerja sama pengolahan sampah.

JKA juga mengingatkan bahwa konsep smart city tidak semata-mata berkaitan dengan penerapan teknologi digital.

“Smart city bukan hanya soal teknologi digital, tetapi bagaimana teknologi itu mampu meningkatkan kualitas pelayanan publik, menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.(rel)

Editor : Heri Sugiarto
IISMEX 2026 Waste-to-Energy teknologi sampah pengelolaan sampah John Kenedy Azis