Guru PAUD Nagari Anduriang Diperkuat melalui Pelatihan Warrior Kids

Hendra Efison • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:18 WIB
Guru PAUD HIMPAUDI dan IGTK Nagari Anduriang mengikuti pelatihan Warrior Kids berbasis dukungan psikososial, Sabtu (15/8/2026).
Guru PAUD HIMPAUDI dan IGTK Nagari Anduriang mengikuti pelatihan Warrior Kids berbasis dukungan psikososial, Sabtu (15/8/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM— Kompetensi guru PAUD di Nagari Anduriang, Kayu Tanam, diperkuat melalui pelatihan Warrior Kids berbasis dukungan psikososial untuk membantu mengembangkan self-efficacy dan resiliensi anak usia dini korban galodo.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) tersebut digelar Sabtu (15/8/2026) dengan melibatkan guru-guru PAUD yang tergabung dalam HIMPAUDI dan IGTK Nagari Anduriang, Kayu Tanam.

Pelatihan mengangkat tema “Pelatihan Penguatan Kompetensi Guru PAUD dalam Menerapkan Model Permainan Warrior Kids Berbasis Dukungan Psikososial untuk Mengembangkan Self-Efficacy dan Resiliensi Anak Usia Dini Korban Galodo”.

Kegiatan merupakan PKM dengan skema PIPN Pendanaan Tahun 2026 Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Padang (UNP). Kegiatan dibuka Wali Nagari Anduriang Henyunas, S. Pd.

Ketua tim pengabdian Dr. Nur Hazizah, S. Pd., M. Pd., mengatakan pelatihan tidak hanya memberikan pemahaman kepada guru, tetapi juga keterampilan praktis menerapkan model permainan Warrior Kids sesuai karakteristik dan kebutuhan anak usia dini.

Melalui permainan tersebut, guru diarahkan untuk memperkuat self-efficacy anak sekaligus menggunakan aktivitas bermain sebagai media dukungan dan pemulihan psikososial bagi anak yang terdampak bencana.

“Melalui pengalaman bermain yang menantang, menyenangkan, dan terstruktur, kegiatan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan self-efficacy anak sekaligus membangun keberlanjutan program melalui jejaring guru pengguna Model Warrior Kids,” jelas Dr. Nur Hazizah.

Pelatihan berlangsung dalam empat sesi. Materinya meliputi bermain sebagai media pemulihan trauma anak usia dini, self-efficacy sebagai fondasi perkembangan dan resiliensi, penguatan nilai spiritual dan keagamaan, serta proyek guru merancang permainan Warrior Kids.

Pada sesi terakhir, peserta dibagi menjadi lima kelompok untuk merancang dan mempraktikkan permainan yang sederhana, kreatif, aman, serta menggunakan bahan yang mudah diperoleh di sekolah.

Kelima kelompok mengembangkan permainan dengan fokus Warrior Berani, Warrior Tangguh, Warrior Mandiri, Warrior Bersama, dan Warrior Ceria.

Permainan tersebut diarahkan untuk memberikan pengalaman kepada anak dalam membangun keberanian, kepercayaan terhadap kemampuan diri, kemandirian, kerja sama, serta kemampuan mengenali dan mengekspresikan emosi.

Menurut Dr. Nur Hazizah, guru diharapkan mampu merancang, memodifikasi, dan menerapkan permainan Warrior Kids sesuai kebutuhan anak dan kondisi lingkungan sekolah.

“Guru memiliki peran penting dalam menciptakan pengalaman bermain yang aman, menyenangkan, dan bermakna. Karena itu, melalui pelatihan ini guru diharapkan mampu memberikan penguatan positif kepada anak sehingga mereka memiliki keyakinan bahwa dirinya mampu menghadapi tantangan,” ujarnya.

Keterlibatan guru HIMPAUDI dan IGTK Nagari Anduriang diharapkan mendukung keberlanjutan penerapan Warrior Kids di satuan PAUD masing-masing serta membuka ruang berbagi pengalaman dan praktik baik.(*)

Editor : Hendra Efison
pelatihan Warrior Kids guru PAUD Anduriang self-efficacy anak resiliensi anak usia dini dukungan psikososial