PADEK.JAWAPOS.COM— Upaya mendorong perilaku hidup CERDIK hingga tingkat keluarga di Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, Kabupaten Padangpariaman, dilakukan dengan melibatkan kader kesehatan dan tokoh masyarakat melalui pendekatan komunikasi antarpribadi berbasis kearifan lokal Minangkabau.
Sebanyak 30 kader kesehatan, niniak mamak, dan bundo kanduang mengikuti pelatihan selama dua hari, 13–14 Agustus. Setelah pelatihan, edukasi perilaku CERDIK telah diberikan kepada 60 sasaran posyandu di Nagari Kasang.
Kegiatan tersebut merupakan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Tim Program Studi Sarjana Terapan Promosi Kesehatan Poltekkes Kemenkes Padang melalui skema Kemitraan Wilayah bersama Pemerintahan Nagari Kasang.
Program tersebut berfokus pada penguatan kapasitas kader dan tokoh masyarakat sebagai agent of change agar mampu menyampaikan pesan kesehatan secara lebih dekat dengan keluarga.
Pendekatan yang digunakan menggabungkan Komunikasi Antarpribadi (KAP) dengan kearifan lokal Minangkabau.
Kegiatan ini dilatarbelakangi masih ditemukannya faktor risiko penyakit tidak menular (PTM) seperti pola makan tidak sehat, kurang aktivitas fisik, merokok, dan stres yang tidak dikelola dengan baik dalam kehidupan sehari-hari warga.
Melalui program CERDIK, peserta diperkenalkan kembali dengan enam perilaku kesehatan, yakni Cek kesehatan berkala, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet sehat dengan kalori seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres.
Pelatihan tidak menggunakan pola penyuluhan satu arah. Peserta mengikuti permainan “Batua atau Salah” serta “Ma nan Fakta, Ma nan Mitos” untuk membahas berbagai pemahaman mengenai pemeriksaan kesehatan, asap rokok, aktivitas fisik, pola makan, istirahat, dan pengelolaan stres.
Materi pelatihan juga mencakup pengenalan penyakit jantung dan pembuluh darah, program CERDIK, integrasi kearifan lokal dalam perilaku CERDIK, keterampilan komunikasi antarpribadi, serta fasilitasi permainan EMO-DEMO.
Rangkaian pelatihan ditutup dengan sesi “Janji Basamo”. Peserta menuliskan komitmen untuk menerapkan perilaku CERDIK pada papan “Janji Keluarga CERDIK, Nagari Kuat”.
Setelah mendapatkan pelatihan, kader kemudian memberikan edukasi kepada sasaran primer, yakni peserta posyandu di korong masing-masing.
Tim PkM Poltekkes Kemenkes Padang turut mendampingi proses edukasi untuk menjaga konsistensi penyampaian pesan melalui metode Emo-Demo.
Pendekatan tersebut dinilai membuat pesan kesehatan lebih dekat dengan warga karena disampaikan menggunakan bahasa dan nilai adat yang akrab dalam kehidupan masyarakat Nagari Kasang.
Plt Wali Nagari Kasang menilai kegiatan tersebut menarik karena materi pelatihan KAP CERDIK disusun secara runtut, jelas, sesuai kebutuhan peserta, dan mudah dipahami kader serta tokoh masyarakat.
Sebagai bagian dari keberlanjutan program, perangkat media Emo-Demo dihibahkan kepada posyandu-posyandu di Nagari Kasang.
Media tersebut dapat digunakan dalam edukasi setiap bulan untuk mendorong penerapan perilaku CERDIK di tingkat keluarga.
Tim PkM Poltekkes Kemenkes Padang juga berkomitmen melakukan pendampingan dan evaluasi berkala serta membuka peluang kerja sama lanjutan bersama Pemerintahan Kenagarian Kasang.(*)
Editor : Hendra Efison