Genius Umar menjelaskan, beberapa hal yang perlu dievaluasi terutama perihal pencapaian dan realisasi kegiatan fisik dan anggaran, program pembangunan 2021. Terutama terkendala yang dihadapi dalam kondisi pandemi Covid-19.
Termasuk evaluasi penurunan PAD dan retribusi serta rekonsolidasi organisasi.
Genius mengungkapkan mengingat Kota Pariaman adalah kota tujuan wisata tentu tanggungjawab bersama dalam menjaga kawasan wisata. Dalam hal ini peran serta dari masyarakat juga harus diperlukan.
Wako meminta kepada dinas terkait untuk membina masyarakat terutama para pedagang di kawasan wisata. ”Mereka harus bertanggungjawab untuk gotong royong pagi dan sore untuk membersihkan lapaknya yang berdiri di kawasan wisata tersebut,” ujarnya.
Dalam hal ini OPD terkait agar dapat memenej pengaturan di kawasan wisata, bentuk satu tim terpadu yang mempelopori dalam menjaga kebersihan di lokasi wisata tersebut. Selain itu Genius juga menyampaikan, Pemko Pariaman telah membantu para pedagang dengan 30 unit kios petak di kawasan wisata Talao Pauh Pariaman yang kita siapkan tahun 2020.
Masih ada 10 unit lagi yang akan diberikan kepada para pedagang yang akan dibantu dari dana CSR dari Bank Nagari, BRI dan BNI. Ia berharap walaupun dalam situasi Covid-19 namun rencana pembangunan fisik sesuai RPJMD bisa dikerjakan dengan sebaik-baiknya. ”Saya lebih senang pada kegiatan padat karya, di padat karya itu hasil yang dikerjakan itu ada masyarakat juga bisa terima uang atau gajinya,” ujarnya.
Wako mengimbau agar ASN di Pemko Pariaman jangan bekerja rutinitas tapi bekerjalah dengan kreativitas dan ada inovasi barunya. Seperti contoh di sektor pertanian, tidak ada lahan kosong di Kota Pariaman bagaimana dari ASN mendorong masyarakat agar bertani.
Pemko Pariaman telah membuat program mubalig bertani, diharapkan peran dari penyuluh pertanian untuk langsung turun ke lapangan. Ketika melihat hasil produk pertanian berarti keberadaan memberikan nilai tambah terhadap masyarakat baik nilai produksinya meningkat, pemasarannya, kualitas dan mutu produksinya juga meningkat. (nia) Editor : Novitri Selvia