"Hari ini kami bersama tim ahli dari akademisi Prof. Ansofino (Rektor Universitas PGRI Sumbar) beserta rombongan mengunjungi Kota Pariaman dalam rangka menilai kesiapan Pulau Angso Duo sebagai salah satu dari 19 DTWU di Prov Sumbar," terang Kepala
Bidang Destinasi dan Industri Wisata Dinas Pariwisata Sumbar, Doni Hendra di Pantai Gandoriah, Rabu (2/3/2022).
Pengembangan terhadap 19 DTWU yang ada di 19 kab/kota se-Sumbar merupakan salah satu program unggulan Gubernur dan Wagub Sumbar di sektor pariwisata dimana telah mencanangkan Visit Beautiful West Sumatera 2023.
“Penetapan DTWU ini juga bertujuan untuk memotivasi kab/kota agar lebih fokus dalam pengembangan sektor pariwisata daerah karena memiliki keterbatasan anggaran dan sumber daya lainnya, sehingga dapat maksimal mengembangkan sebuah destinasi wisata
menjadi lebih representatif dan nantinya dapat mendukung program Visit Beautiful West Sumatera 2023 yang telah dicanangkan oleh Pemprov Sumbar,” tambah Doni.
Diharapkan dengan adanya penilaian dari tim akademisi ini, Pulau Angso Duo kedepan menjadi lebih baik lagi dan menjadi wisata unggulan yang wajib dikunjungi di Sumbar, Kota Pariaman khususnya. Sesuai Perda Nomor 2 Tahun 2021 dalam RPJM Provinsi Sumbar Pulau Angso Duo menjadi salah satu daerah wisata unggulan tingkat Sumbar.
Doni menambahkan, perlunya kolaborasi antara Pemko Pariaman dengan Pemprov Sumbar dalam mengelola pariwisata ini, karena ini tidak bisa dikerjakan secara sendiri.
"Pihaknya juga akan membantu mempromosikan wisata unggulan Kota Pariaman ini berupa pengadaan billboard ukuran 4x6 yang dipajang ditempat yang strategis," jelas Doni.
Prof. Ansofino selaku koordinator tim penilaian mengatakan bahwa Pulau Angso Duo merupakan titik daya tarik untuk mendatangkan wisatawan ke Kota Pariaman ini dimana Pemprov Sumbar sudah menetapkan ini sebagai DTWU.
Fino mengatakan, untuk mengembangkan destinasi wisata ini bukan hanya tugas Dinas Pariwisata namun semua pihak harus terlibat. "Kita harus melihat dari aspek apa saja yang bisa dibenahi sehingga bisa unggul dari destinasi wisata lainnya di Sumbar.
"Yang perlu kita tingkatkan itu adalah daya tariknya, yang terpenting tema apa yang bisa dikembangkan dari destinasi wisata tersebut misalnya di Pulau Angso Duo ini banyak peninggalan sejarah seperti salahsatunya Kuburan Panjang. Kita harus bisa membangun historisnya, sehingga wisatawan dari luar Provinsi Sumbar pun mau datang kesini untuk mengetahui sejarah tersebut sebagai edukasi wisata bagi mereka," tukasnya.
Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kota Pariaman, Dwi Marhen Yono mengatakan, pihaknya akan melengkapi permintaan dari tim ahli. Marhen berharap Pulau Angso Duo Kota Pariaman dapat menjadi juara DTWU tingkat Sumbar 2022 ini. (*) Editor : Hendra Efison