Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Izin Edar Permen Diduga Fiktif, Buntut Keracunan Murid SD di Pariaman

Novitri Selvia • Senin, 6 Februari 2023 | 13:33 WIB
Photo
Photo
Kasus tujuh murid SDN 04 Pariaman yang muntah, mual dan pusing usai mengkonsumsi permen rasa buah terus diselidiki pihak terkait. Dari penelusuran Dinas Kesehatan Kota Pariaman, ternyata izin edar permen tersebut fiktif. Saat ini dinas tersebut tengah menelusuri pemasok permen tersebut ke Kota Pariaman.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman Nazifah kepada Padang Ekspres mengungkapkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan BPOM Padang pasca peristiwa mual muntah dan pusingnya tujuh murid SDN 04 Rawang Pariaman pasca mengkonsumsi permen rasa buah, beberapa waktu lalu.

“Setelah kami mengecek izin edar yang tertera di kemasan permen tersebut bersama BPOM ternyata izin edar tersebut fiktif dilihat dari kode PIRT-nya,” ujar Nafizah saat dihubungi Padang Ekspres, kemarin (5/2).

Sedangkan minuman kemasan yang dikonsumsi sebagian murid dengan mencampurkan permen ke dalamnya merupakan produk berizin dan terdaftar.  Hanya saja produk itu sebenarnya minuman stamina untuk orang dewasa karena mengandung ginseng dan kafein dan lainnya sehingga bukan untuk dikonsumsi anak-anak.

Menindaklanjuti hal tersebut saat ini Dinkes Kota Pariaman telah berhasil melakukan penelusuran pemasok permen tersebut di Kota Pariaman dan informasi tersebut sudah diterima oleh BPOM.

“Jadi informasinya BPOM akan segera kembali ke Pariaman untuk menelusuri pemasok permen rasa buah tersebut. Nanti saya infokan kembali perkembangannya,” ujar Nazifah.

Tim Dinkes sebut Nazifah juga akan mengevaluasi kondisi tujuh murid yang menjadi korban dugaan keracunan permen tersebut.  Tujuh murid yang sempat dilarikan ke IGD tersebut sehari pasca kejadian telah kembali bersekolah, sisanya dua orang lagi masih istirahat di rumah.

Putra salah seorang murid menyebut ia kembali ke sekolah karena memang kondisinya sudah pulih dan siap untuk belajar. Apalagi saat ini tengah duduk di kelas 6 SD sehingga khawatir ketinggalan pelajaran.

“Alhamdulillah sudah membaik, saya juga sarapan dulu pergi sekolah dan minum air putih dan susu. Namun untuk belanja orangtua mengingatkan tidak lagi belanja permen dan makanan yang ada pewarna lainnya,” ujarnya.

Ia mengatakan trauma dengan kasus yang menimpanya kemarin sehingga memang lebih berhati-hati saat mengkonsunsi makanan saat jajan.

Fitri, 36, orangtua Putra mengaku mengantarkan anaknya langsung ke sekolah. Awalnya ia melarang si anak sekolah karena takut khawatir kondisinya belum baik namun ternyata si anak merasa sudah baikan hingga kemudian ia memberikan izin dan mengantar langsung ke sekolah

Seperti diberitakan Padang Ekspres sebelumnya tujuh muris SDN 04 Rawang Pariaman mengalami mual muntah pusing usai mengkonsumsi permen rasa buah saat jam istirahat, Kamis (2/3).

Sebagian bahkan mencampur permen tersebut ke dalam minuman kemasan rasa anggur. Ketujuh murid tersebut sempat mendapatkan perawatan di IGD RS Aisyiyah Pariaman  kemudian diperbolehkan pulang sore hari setelah kejadian. (nia) Editor : Novitri Selvia
#bpom #Izin Edar fiktif #Dinas Kesehatan Kota Pariaman #Nazifah #SDN 04 Rawang Pariaman