Kegiatan ini menjadi puncak perayaan setelah sebulan penuh umat Muslim menjalankan ibadah puasa, sekaligus ajang syiar agama dan mempererat silaturahmi masyarakat.
Dalam sambutannya, Yota Balad menyampaikan bahwa kegiatan takbiran keliling tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga momentum kebersamaan warga.
“Takbiran keliling ini menjadi puncak perayaan setelah sebulan penuh umat Muslim menjalankan ibadah puasa,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan tahun ini dibuat berbeda dengan adanya penilaian bagi peserta terbaik.
“Para peserta yang terbaik nantinya akan mendapatkan hadiah yang telah kita siapkan,” katanya.
Antusiasme Warga Sepanjang Rute
Suasana takbiran tidak hanya ramai di sekitar Balai Kota Pariaman, tetapi juga di sepanjang rute yang dilalui rombongan.
Masyarakat tampak antusias menyaksikan iring-iringan kendaraan yang turut diikuti oleh Wali Kota, Wakil Wali Kota, serta unsur Forkopimda Kota Pariaman.
Rombongan pejabat daerah tersebut terlihat mengikuti kegiatan dengan menggunakan kendaraan odong-odong, menambah kemeriahan suasana malam takbiran.
Momentum Silaturahmi dan Syiar Agama
Menurut Yota Balad, takbiran keliling tahun ini dirancang tidak hanya sebagai syiar agama, tetapi juga untuk mempererat hubungan antarwarga.
Ia berharap kegiatan ini dapat terus dilaksanakan dengan lebih meriah di masa mendatang.
“Semoga saja kita semua dipertemukan kembali pada Ramadan tahun depan dan kita akan melaksanakan takbiran dengan lebih meriah lagi,” ujarnya.
Harapan untuk Kota Pariaman
Pemerintah Kota Pariaman berharap momentum Idulfitri 1447 H dapat membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong terciptanya Kota Pariaman yang semakin religius dan harmonis.(*)
Editor : Hendra Efison