Dalam sambutannya, Wali Kota Yota Balad mengucapkan selamat kepada seluruh siswa yang berhasil meraih prestasi dalam ajang olahraga tersebut. Ia menekankan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras dan semangat para peserta.
“Jangan jumawa dengan juara yang telah diraih. Jadikan ini sebagai pelecut semangat untuk meningkatkan prestasi ke jenjang yang lebih tinggi dan menjadi kebanggaan sekolah masing-masing,” ujar Wako Yota.
Ia juga mengingatkan agar para peserta tidak melihat besar atau kecilnya hadiah sebagai tolok ukur, melainkan sebagai bentuk perhatian Pemerintah Kota Pariaman terhadap para siswa yang berprestasi.
Yota Balad turut mengajak seluruh guru dan kepala sekolah untuk mengadakan kegiatan ekstrakurikuler rutin minimal sebulan sekali, guna menggali potensi dan bakat anak-anak sejak dini.
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Pariaman, Hertati Taher, menyampaikan bahwa pada penutupan ini dilakukan penyerahan simbolis tropi dan sertifikat kepada para pemenang juara 1, 2, dan 3 dari cabang GSI dan O2SN tingkat SD dan SLTP se-Kota Pariaman.
Adapun cabang olahraga yang dipertandingkan dalam O2SN merupakan rekomendasi dari Kemendikdasmen, yaitu: Senam, Badminton, Atletik, dan Karate.
Namun demikian, Hertati menyampaikan bahwa hadiah untuk para pemenang belum dapat diserahkan sepenuhnya karena masih dalam proses pencairan anggaran.
“Anak-anak ini sudah mendapatkan peringkat dari 1 sampai 3, namun hadiahnya belum bisa diserahkan karena masih melalui proses pencairan anggaran,” jelasnya.
Hertati menambahkan bahwa para pemenang akan melanjutkan perjuangan mereka ke tingkat provinsi dan selanjutnya ke tingkat nasional. Ia berharap peserta didik terus bersemangat dan tidak berhenti mengukir prestasi.
“Pemerintah daerah akan terus menyiapkan sarana dan prasarana untuk mendukung kegiatan tahunan ini,” tegasnya.
Selain menjadi bentuk apresiasi atas prestasi, Hertati juga menekankan bahwa sertifikat lomba ini sangat penting sebagai dokumen pendukung untuk siswa yang ingin melanjutkan pendidikan melalui jalur prestasi.
Penutupan GSI dan O2SN 2025 ini menandai komitmen Pemerintah Kota Pariaman dalam mendukung pengembangan minat dan bakat siswa melalui olahraga sebagai bagian dari pendidikan karakter dan pembentukan generasi unggul.(*)
Editor : Hendra Efison