Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Wali Kota Pariaman Serahkan Ayam Petelur & Mesin Tetas, Dorong Ekonomi Lewat Satu Rumah Satu Industri

Hendra Efison • Selasa, 22 Juli 2025 | 19:50 WIB

Wali Kota Pariaman Yota Balad serahkan bantuan ayam petelur kepada warga, Selasa (22/7/2025).
Wali Kota Pariaman Yota Balad serahkan bantuan ayam petelur kepada warga, Selasa (22/7/2025).
PADEK.JAWAPOS.COM—Pemerintah Kota Pariaman kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor peternakan.

Wali Kota Pariaman, Yota Balad, secara simbolis menyerahkan bantuan ayam petelur Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) dan mesin tetas kepada warga dan kelompok tani di Ruang Pertemuan Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kota Pariaman, Desa Jati Mudik, Kecamatan Pariaman Tengah, Selasa (22/7/2025).

Yota Balad menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program prioritas “Satu Rumah Satu Industri Rumah Tangga”, salah satu misi utama Pemerintah Kota Pariaman di bawah kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Mulyadi.

“Program ini merupakan inisiatif pemerintah daerah untuk mendorong ketahanan pangan dan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui sektor peternakan. Bantuan ini juga didukung penuh oleh pemerintah pusat,” ujar Yota.

Setiap Kepala Keluarga (KK) penerima bantuan menerima 10 ekor ayam petelur (8 betina dan 2 jantan), sementara empat kelompok peternak terpilih menerima masing-masing 1 unit mesin tetas.

Adapun kelompok masyarakat yang menerima bantuan mesin tetas berasal dari:

Total penerima bantuan ayam petelur berjumlah 120 KK, dan seluruh penerima akan mendapatkan pendampingan teknis dari Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kota Pariaman melalui penyuluh lapangan.

“Penyuluh akan membimbing langsung teknik pemeliharaan ayam hingga manajemen usaha agar hasilnya maksimal dan bisa berkelanjutan,” jelas Yota.

Mesin tetas yang disalurkan diharapkan mampu meningkatkan produksi bibit ayam lokal dan sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah. Dengan sistem ini, siklus usaha peternakan skala rumah tangga dapat berjalan lebih mandiri dan efisien.

Menurut data statistik tahun 2024, sektor pertanian, peternakan, dan perikanan merupakan penyumbang tertinggi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Pariaman, yakni mencapai 18,34%. Hal ini menunjukkan bahwa sektor ini memiliki kontribusi strategis bagi perekonomian daerah, meskipun wilayah administratif Kota Pariaman tergolong kecil.

Yota Balad berharap program ini tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, khususnya ibu rumah tangga.

“Kita berharap program ini berjalan berkesinambungan dan menjadi modal awal bagi ibu-ibu rumah tangga memulai usaha sampingan yang produktif, sehingga bisa menambah penghasilan keluarga,” tutupnya.(*)

Editor : Hendra Efison
#ayam petelur dan mesin tetas #Satu Rumah Satu Industri #Yota Balad