Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi, mengatakan status darurat ditetapkan sebagai langkah cepat menghadapi curah hujan tinggi yang melanda kota.
Pernyataan itu disampaikannya kepada Padang Ekspres di Dapur Umum halaman Balai Kota Pariaman.
Pemko mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan, terutama yang bermukim di daerah rawan banjir.
Mulyadi turun langsung melakukan evakuasi sementara warga di kawasan bantaran sungai Cubadak Air, Pariaman Utara.
Kegiatan Proses Belajar Mengajar (PBM) dialihkan menjadi pembelajaran daring. Langkah ini diambil karena sejumlah sekolah terendam banjir, di antaranya SDN 09 Pauh Barat, SDN 01 Pauh Kuraitaji, dan SDN Cubadak Air Pariaman Utara.
Mulyadi menyatakan pembelajaran tatap muka akan kembali dilakukan setelah kondisi dinyatakan aman. Informasi terbaru akan disampaikan secara resmi kepada masyarakat.
Aktivitas Aparatur Sipil Negara (ASN) difokuskan pada penanggulangan bencana. ASN melakukan piket bergantian untuk distribusi bantuan dan makanan ke wilayah terdampak.
Hingga berita ini diturunkan, hujan deras masih mengguyur Kota Pariaman. (nia)
Editor : Hendra Efison