Dalam sambutannya, Yota Balad menyampaikan kondisi masyarakat pascabencana memunculkan banyak beban pikiran yang berdampak pada ketidakstabilan psikologis. Situasi tersebut, menurutnya, dapat memicu penyakit diabetes dan hipertensi.
Ia mengimbau peserta untuk menerapkan pola hidup sehat dan menjaga asupan makanan bergizi sebagai upaya menekan risiko komplikasi.
Yota Balad menegaskan bahwa pencegahan komplikasi diabetes dan hipertensi perlu terus disosialisasikan kepada masyarakat.
Yota memaparkan bahwa kasus kematian orang tua di Kota Pariaman umumnya disebabkan oleh diabetes dan hipertensi.
Karena itu, ia meminta peserta seminar untuk mengikuti materi secara serius dan memahami bahaya kedua penyakit tersebut.
Ia juga mengingatkan bahwa para peserta merupakan tokoh masyarakat yang memiliki pengaruh di lingkungan masing-masing.
Melalui kegiatan ini, Yota berharap peserta dapat mengubah pola hidup sehat untuk diri sendiri, keluarga, dan masyarakat sekitar.
Seminar dan workshop ini diikuti oleh TP-PKK Kota dan Kecamatan, GOW, Klinik Aisyiyah, Klinik Fanisa, Klinik Balad Medical Center, Azzahra Medika, serta seluruh puskesmas se-Kota Pariaman.(*)
Editor : Hendra Efison