Dua nelayan asal Kota Pariaman, Dodi Andika dan Gilang, dilaporkan berada di lokasi kejadian, namun hingga Jumat evakuasi belum dapat dilakukan karena cuaca laut yang masih buruk.
Kasatpol Air Polres Pariaman, Iptu Catur Bambang, mengatakan kedua korban berangkat melaut dari Muaro Karan Aur pada Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 12.00 WIB menuju perairan Gabuo Ketek.
“Sekitar pukul 05.00 WIB saat hendak kembali ke Muaro Karan Aur, kapal korban terbalik akibat hujan lebat dan angin kencang,” kata Iptu Catur Bambang kepada Padang Ekspres, Jumat.
Ia menjelaskan, sekitar pukul 07.00 WIB, Dodi Andika berhasil menghubungi ayahnya, Asrul Chan, dan menyampaikan bahwa kapal yang mereka tumpangi terbalik di perairan tersebut.
Laporan resmi kemudian disampaikan Asrul Chan ke Markas Satpolairud Polres Pariaman sekitar pukul 10.10 WIB.
Saat ini, tim Polres Pariaman telah bersiaga untuk melakukan evakuasi dan berkoordinasi dengan BPBD Kota Pariaman.
“Begitu cuaca sedikit membaik, evakuasi akan langsung dilakukan. Saat ini kondisi cuaca masih sangat ekstrem dan berisiko untuk pelayaran,” ujar Iptu Catur Bambang.
Lokasi kejadian berjarak sekitar satu jam perjalanan laut dari pantai Kota Pariaman, sehingga proses evakuasi sangat bergantung pada kondisi cuaca.(nia)
Editor : Hendra Efison