Wali Kota Pariaman Yota Balad mengapresiasi kegiatan sosial berbasis tradisi budaya tersebut yang digagas Bundo Kanduang Kota Pariaman sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana.
“Melalui kegiatan ini, kita membuktikan bahwa kepedulian sosial dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, termasuk melalui tradisi budaya kita,” ujar Yota Balad.
Ia menyebutkan, masakan rendang yang dihasilkan akan diberikan kepada masyarakat terdampak bencana, baik di Kota Pariaman maupun di wilayah Sumatera Barat.
“Ini adalah cara kita, dengan kearifan lokal yang kita miliki, untuk meringankan beban mereka yang sedang membutuhkan bantuan sandang dan pangan,” katanya.
Yota Balad juga mengajak Bundo Kanduang Kota Pariaman berperan aktif dalam memberikan edukasi dan informasi positif kepada masyarakat, khususnya generasi muda.
“Dengan adanya peran Bundo Kanduang ini, saya berharap bisa membentuk karakter generasi muda yang mempunyai adab dan etika yang baik ke depannya,” ucapnya.
Sementara itu, Penasehat Bundo Kanduang Kota Pariaman, Ny. Yosnely Balad, menyampaikan sebanyak 40 kilogram rendang akan disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana di Kota Pariaman dan wilayah Sumatera Barat.
“Masakan rendang ini sangat berarti bagi masyarakat kita nantinya. Ke depan, kita berharap banyak kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat Kota Pariaman,” tuturnya.
Ny. Yosnely Balad menegaskan, kegiatan marandang se-Kota Pariaman ini merupakan wujud kepedulian Bundo Kanduang terhadap korban bencana di berbagai tingkatan wilayah.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada pengurus Bundo Kanduang yang telah memberikan perhatian dan empati kepada korban bencana di tingkat kota, kecamatan, desa, dan kelurahan,” katanya.(*)
Editor : Hendra Efison