Pertemuan tersebut berlangsung di rumah dinas Bupati Tanahdatar, Eka Putra, dan dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) Pemerintah Kota Pariaman serta Wali Kota Padangpanjang Hendrianis.
Dalam pertemuan itu, Yota Balad menyampaikan kondisi infrastruktur pelayanan masyarakat di Kota Pariaman yang mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi.
Ia menyebut, selain rumah warga dan sekolah, sejumlah fasilitas umum turut terdampak dan membutuhkan penanganan segera.
“Hal ini perlu dilakukan percepatan mengingat beberapa akses warga dan pelajar menggunakan fasilitas tersebut untuk berangkat dan pulang sekolah,” kata Yota Balad.
Yota menjelaskan, salah satu infrastruktur yang rusak adalah Jembatan Kampung Apar yang sebelumnya merupakan jembatan gantung dan rusak diterjang luapan Sungai Batang Mangor pada akhir November 2025.
Menurutnya, kondisi jembatan tersebut saat ini tidak lagi menjamin keselamatan masyarakat dan pelajar yang melintas di Desa Kampung Apar, Kota Pariaman.
“Keberadaan jembatan ini sudah tidak aman sehingga dibutuhkan jembatan permanen,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Yota Balad menyerahkan sejumlah proposal pembangunan kepada Menteri PU RI.
Proposal tersebut meliputi Pembangunan Jembatan Kampung Apar, Pembangunan Pasar Basah Kota Pariaman, Pembangunan Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT), Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), serta bantuan peralatan pascabencana hidrometeorologi.
Yota berharap seluruh usulan tersebut dapat direalisasikan karena berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat dan pemulihan ekonomi warga pascabencana.
Menanggapi hal itu, Menteri PU RI Dody Hanggodo menyampaikan apresiasi atas langkah yang dilakukan Pemerintah Kota Pariaman dalam penanganan pascabencana.
Ia menyatakan usulan pembangunan tersebut akan diproses melalui bidang terkait untuk selanjutnya dibahas sesuai mekanisme yang berlaku.(*)
Editor : Hendra Efison