Kegiatan yang dipusatkan di hamparan sawah petani itu dipimpin Sekretaris Daerah Kota Pariaman, Afrizal Azhar, menyusul laporan pemantauan lapangan yang menunjukkan peningkatan populasi hama wereng di sejumlah titik produktif.
“Kita tidak ingin petani merugi. Penyemprotan ini adalah bentuk hadirnya pemerintah untuk mengamankan stok pangan daerah dan memastikan masa panen berjalan maksimal tanpa gangguan hama,” ujar Afrizal Azhar.
Langkah pengendalian dilakukan secara terpadu dengan sasaran persemaian padi sebagai upaya penanganan dini agar penyebaran hama tidak meluas ke fase pertumbuhan berikutnya.
Selain penyemprotan, petani menerima edukasi teknis terkait pola tanam serentak dan penggunaan pestisida sesuai dosis, mengingat karakter hama wereng yang cepat berkembang dan berdampak langsung pada penurunan hasil panen.
“Dengan bantuan pestisida dan pendampingan teknis dari dinas serta penyuluh pertanian, kami berharap risiko kerusakan padi dapat ditekan sebelum memasuki panen raya,” kata Afrizal Azhar.
Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kota Pariaman, Marlina Sepa, menjelaskan penyemprotan difokuskan pada benih padi berusia 15–20 hari sebagai bagian dari pengendalian awal.
“Penyemprotan dilakukan pada persemaian untuk 35 petani Talang Kuning Desa Cubadak Air dengan total luas sawah 27 hektare. Benih yang digunakan adalah jenis Sokan dan PB 42,” ujar Marlina Sepa.
Menurutnya, pengendalian sejak fase benih penting untuk memutus siklus hama wereng sebelum menyerang tanaman pada fase vegetatif hingga generatif.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten Administrasi Pembangunan dan Umum Setdako Pariaman Nazifah, Staf Ahli Setdako Pariaman Sadrianto, camat, serta penyuluh pertanian di wilayah Kecamatan Pariaman Utara.
Pemerintah Kota Pariaman menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pemantauan lapangan dan pendampingan teknis guna menjaga ketahanan pangan daerah melalui perlindungan tanaman padi dari serangan hama.(*)
Editor : Hendra Efison