Penyaluran ini menjadi bagian dari program serentak tahap I di 20 kabupaten dan kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Kegiatan di Kota Pariaman dilaksanakan secara luring melalui zoom meeting dan diwakili Asisten I Sekretariat Pemko Pariaman, Elfis Candra.
Acara tersebut dihadiri perwakilan Forkopimda dan jajaran pimpinan BRI Cabang Pariaman di ruang rapat Balaikota Pariaman.
Elfis Candra menyampaikan apresiasi atas penyerahan bantuan stimulan rumah rusak yang dilakukan secara serentak di wilayah Sumatera, termasuk Kota Pariaman.
Ia berharap bantuan yang diserahkan dapat segera dimanfaatkan untuk memperbaiki rumah warga yang terdampak.
Bantuan ini diberikan kepada tiga warga Kota Pariaman dengan total nilai Rp75 juta.
Rinciannya, Rp15 juta untuk satu rumah kategori Rusak Ringan atas nama Amirusdi, warga Desa Sungai Sirah. Kemudian masing-masing Rp30 juta untuk dua rumah kategori Rusak Sedang, atas nama Asnita, warga Desa Naras I, dan Jasmani, warga Desa Taluak.
Elfis menjelaskan bahwa bantuan tersebut bersifat stimulan sehingga tidak menutup seluruh kebutuhan perbaikan, namun diharapkan dapat membantu penerima kembali memiliki rumah layak huni.
Ia juga mengungkapkan bahwa Kota Pariaman mencatat 13 rumah rusak akibat bencana, terdiri dari lima rumah direlokasi, lima rumah Rusak Berat (RB), dua rumah RS, dan satu rumah RR.
Penyaluran bantuan ini merupakan tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo agar pemerintah mulai menyalurkan dana stimulan perbaikan rumah rusak tahap I bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi siklon senyar. Penyaluran dilakukan serentak di 20 daerah yang tersebar di tiga provinsi.
Secara terpusat, kegiatan dipimpin Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno dari Tapanuli Utara, Sumatera Utara.
Secara bersamaan, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memimpin dari Aceh Tamiang, Kepala BNPB Suharyanto dari Lhokseumawe, Aceh, dan Sekretaris Utama BNPB Rustian dari Kota Padang.
Total anggaran yang digelontorkan dalam program ini mencapai Rp369,5 miliar dan disalurkan kepada 17.254 kepala keluarga.
Bantuan tersebut mencakup 9.869 unit rumah Rusak Ringan dan 7.385 unit rumah Rusak Sedang sebagai bagian dari percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Dalam arahannya, Pratikno menegaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk membangun kembali kehidupan masyarakat terdampak sesuai arahan Presiden.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan masyarakat terdampak dapat kembali memiliki hunian yang layak, aman, dan nyaman serta mempercepat pemulihan aktivitas sosial dan ekonomi. (*)
Editor : Hendra Efison