Yota Balad menyampaikan bahwa kegiatan Taragak Basuo bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan momentum penting untuk memperkuat ukhuwah antara pemerintah daerah, pesantren, serta masyarakat.
Menurutnya, pondok pesantren memiliki peran penting dalam mencetak generasi muda yang memiliki akhlak mulia dan pemahaman agama yang kuat.
“Ponpes Ibnu merupakan salah satu tempat pendidikan yang mencetak generasi muda Pariaman yang berakhlak mulia dan salah satunya Ponpes Ibnu Abbas. Hal ini termasuk pada salah satu program unggulan Balad-Mulyadi dalam melahirkan satu rumah satu hafiz. Kita ingin ke depannya Kota Pariaman memiliki anak-anak yang kuat dalam bidang agama, khususnya penghafal Al-Qur’an,” ungkapnya.
Baca Juga: Arus Balik Padang–Solok Picu Lonjakan Kendaraan di Lubukselasih
Pesantren Jadi Benteng Moral Generasi Muda
Yota Balad menilai pondok pesantren merupakan benteng moral bagi generasi muda dalam meningkatkan ilmu agama serta membentuk karakter yang kuat.
Melalui kegiatan Taragak Basuo, pemerintah daerah juga berharap dapat menyerap aspirasi dari dunia pendidikan pesantren secara langsung.
Ia menegaskan komitmen Pemerintah Kota Pariaman untuk terus mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui jalur pendidikan keagamaan.
“Kita berkomitmen untuk selalu mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui jalur pendidikan keagamaan. Kita juga mengajak para santri untuk tetap optimis dan tekun belajar demi menghadapi tantangan di masa depan,” katanya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan keagamaan penting dalam membangun kota yang berlandaskan nilai-nilai religius.
“Melalui momen Taragak Basuo ini, kita sinergikan semangat membangun kota dengan nilai-nilai religius,” tambahnya.
Momentum Silaturahmi dan Penguatan Ukhuwah
Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan, Ustadz Abu Rifqi Al-Asyrofi, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Pariaman atas dukungan terhadap kegiatan yang digelar di lingkungan Pondok Pesantren Ibnu Abbas.
Ia menjelaskan bahwa Taragak Basuo menjadi momentum untuk kembali mengenang masa-masa menuntut ilmu di pesantren sekaligus mempererat silaturahmi.
“Taragak Basuo bukan sekadar pertemuan biasa. Ini adalah momentum untuk mengingat kembali masa-masa berjuang menuntut ilmu di sini, menyambung silaturahmi dan menguatkan ukhuwah agar kita semua tetap istiqamah membawa nilai-nilai pondok di mana pun kita berada,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga dijadwalkan mendengarkan ceramah agama yang akan disampaikan oleh penceramah dari Pekanbaru.
Menurut Abu Rifqi, kegiatan Taragak Basuo terlaksana berkat dukungan penuh dari pihak pondok serta kerja keras panitia yang telah meluangkan waktu dan tenaga.
Kegiatan ini juga terbuka untuk masyarakat umum yang ingin hadir dan mengikuti rangkaian acara.
“Mari kita nikmati setiap detik pertemuan ini dengan canda tawa yang bermakna dan doa yang tulus bagi kemajuan pesantren dan Kota Pariaman yang kita cintai. Semoga Allah memberkahi perkumpulan kita hari ini dan mengumpulkan kita kembali kelak di Jannah-Nya,” tutupnya.(*)
Editor : Hendra Efison