PARIAMAN — Pemerintah Kota Pariaman menggelar sosialisasi pembentukan bank sampah di Balairung Pendopo Wali Kota, Kamis, 16 April 2026, sebagai langkah strategis mengurangi beban TPA Tungkal Selatan dan mendukung visi kota berbasis lingkungan.
Kegiatan ini dibuka oleh Asisten I Setdako Pariaman, Elfis Chandra, yang mewakili Wali Kota Pariaman.
Ia menyampaikan bahwa sosialisasi bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengelola sampah dari sumbernya.
“Masalah sampah adalah isu global yang mendesak. Pengelolaan yang buruk akan merusak ekosistem dan membahayakan kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: KAI Sumbar Gunakan 225 Ribu Liter BBM Subsidi Layani 512 Ribu Penumpang
Menurutnya, Kota Pariaman saat ini menghadapi tantangan serius terkait pengelolaan sampah, termasuk adanya sanksi administratif penutupan sistem pembuangan terbuka di TPA Tungkal Selatan.
Kegiatan ini diikuti 130 peserta dari unsur OPD, lurah, kepala desa, BPD, LPM, hingga penggerak PKK dan dasawisma dari 10 desa dan kelurahan percontohan.
Elfis menegaskan program ini memiliki landasan hukum kuat, mulai dari Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah hingga program unggulan daerah.
Sosialisasi juga bertujuan mengubah paradigma masyarakat agar melihat sampah sebagai sumber daya ekonomi.
Baca Juga: Sepekan Jelang Keberangkatan, Seluruh Visa Jamaah Telah Terbit
Peserta didorong untuk memilah, mengumpulkan, dan menyetorkan sampah anorganik ke bank sampah.
Narasumber kegiatan, Syaprudin Islami, diharapkan dapat mendorong pembentukan unit bank sampah baru di setiap desa dan kelurahan.
Melalui program ini, pemerintah menargetkan pengurangan volume sampah yang masuk ke TPA serta perbaikan sistem pengelolaan sampah secara berkelanjutan di Kota Pariaman.(*)
Editor : Hendra Efison