PARIAMAN – Beasiswa Penuh PASIM Bandung, Psikotes PUB Pariaman, Saga Saja Plus, dan Seleksi Ketat menjadi sorotan saat 12 peserta mengikuti ujian psikotes di Labor Komputer SMPN 2 Kota Pariaman, Minggu (19/4/2026).
Ujian ini difasilitasi Pemerintah Kota Pariaman dan dikunjungi langsung Wakil Wali Kota Pariaman, Mulyadi.
Sebanyak 12 peserta tersebut merupakan putra-putri terbaik yang lolos seleksi administrasi dan tes daring dari total 31 pendaftar awal.
Baca Juga: Halalbihalal IKPPS Padang, Silaturahmi Simabur, Generasi Madani, Pembangunan Nagari Menguat di ITP
Psikotes PUB Pariaman Tentukan Kelulusan Peserta
Mulyadi menegaskan seluruh proses seleksi ditentukan sepenuhnya oleh tim Universitas PASIM Bandung tanpa intervensi pemerintah daerah.
Setelah tahap psikotes, tim penguji akan melakukan visitasi ke rumah peserta untuk menilai motivasi serta meminta persetujuan orang tua.
“Seleksi ini sangat ketat dan tidak ada intervensi, kami ingin peserta yang lulus benar-benar siap berkompetisi dan memiliki daya juang tinggi,” ujarnya.
Ia menyebut beasiswa penuh ini mencakup seluruh biaya kuliah dan uang saku hingga lulus.
Standar akademik juga ketat karena peserta berisiko drop out jika IPK berada di bawah 3, sehingga kesiapan akademik menjadi faktor utama.
Baca Juga: Inter Unggul 12 Poin, Ini Skenario Kunci Scudetto Pekan Depan
Beasiswa Penuh PASIM Bandung Dukung Saga Saja Plus
Program ini merupakan bagian dari jalur Pemberdayaan Umat Berkelanjutan (PUB) yang mendukung program unggulan Pemko Pariaman, Saga Saja Plus.
Mulyadi menegaskan pendidikan menjadi salah satu cara efektif untuk memutus rantai kemiskinan.
Ia berharap peserta yang mengikuti seleksi dapat memanfaatkan peluang ini secara maksimal untuk meningkatkan taraf hidup keluarga mereka.
Selain Universitas PASIM, Pemko Pariaman telah menjalin kerja sama dengan 18 perguruan tinggi lain di dalam dan luar Sumatera Barat.
Bahkan, penjajakan kerja sama dengan kampus luar negeri, termasuk Malaysia, tengah dilakukan untuk memperluas akses pendidikan.
Baca Juga: Iskan Nofis Tinjau Korban Kebakaran di Danau Kembar, Serahkan Bantuan dan Dukungan
Seleksi Ketat dari 31 Pendaftar, Tersisa 12 Peserta
Kepala Disdikpora Kota Pariaman, Hertati Taher, menyebut hanya 13 peserta yang lolos hingga tahap psikotes dari total 31 pendaftar awal.
Namun, satu peserta tidak hadir sehingga hanya 12 orang mengikuti ujian.
Ia menegaskan Pemko hanya berperan sebagai fasilitator tempat dan penyebaran informasi program kepada masyarakat kurang mampu.
“Seluruh pembiayaan ditanggung 100 persen oleh Universitas PASIM, termasuk UKT, asrama, uang saku bulanan, peminjaman perangkat kuliah, hingga penyaluran kerja,” katanya.
Pemko Buka Pendaftaran Saga Saja Plus 2026
Untuk tahun 2026, Pemko Pariaman membuka pendaftaran program Saga Saja Plus hingga 23 April 2026.
Baca Juga: Polres Dharmasraya Ungkap Kasus Penggelapan Motor dalam 6 Jam, Pelaku Ditangkap
Pengumuman seleksi administrasi berbasis Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) akan disampaikan pada akhir April.
Selanjutnya, calon mahasiswa akan mendaftar ke perguruan tinggi sesuai pilihan dan mengikuti jadwal tes akademik masing-masing kampus.
Hertati menambahkan tahun ini tidak ada fasilitasi jalur mandiri, hanya jalur reguler yang dibuka bagi calon mahasiswa.
Ia menegaskan keterbatasan program bantuan seperti PIP menjadi alasan pemerintah daerah memperluas akses pendidikan melalui program beasiswa.
Program ini ditujukan bagi masyarakat kurang mampu agar dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.(*)
Editor : Hendra Efison